Berita

Anies Baswedan di Matraman, Jakarta Timur/RMOL

Nusantara

Gubernur DKI Pantau Perbaikan Tebing Longsor Di Matraman

JUMAT, 16 FEBRUARI 2018 | 18:53 WIB | LAPORAN:

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan meninjau proses pembangunan tebing sungai di kawasan Matraman, Jakarta Timur yang sempat longsor pada Selasa malam (13/2) lalu.

Longsoran itu yang menyebabkan retakan di salah satu ruas jalan di sana.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini mengaku sudah memerintahkan jajarannya untuk memperkokoh tebing tersebut.


"Mulai Rabu, tim Pemprov sudah mulai bekerja dan ini adalah kerja sama dari Balai Besar Sungai Ciliwung (BBSC), kemudian Sudin SDA, lalu Bina Marga, Sudin Lingkungan Hidup, semua bekerja di sini untuk membangun kembali," paparnya di lokasi, Jumat (16/2).

Anies menjelaskan, untuk memperkokoh tebing, tim Pemprov memasang batu bronjong sebagai penopang. Fase ini baru penyelamatan.

"Bagaimana kita bisa mengembalikan agar kemiringan yang sekarang terjadi itu bisa diamankan, lalu sesudah itu membangun jalannya," jelas dia.

Batu bronjong dipasang karena pihaknya ingin menggunakan pendekatan natural. Berbeda dengan beton, sambung Anies, bronjong bisa menjadi habitat dari biota-biota air yang hidup di sungai. Dari sisi kekuatan pun menurut dia, batu bronjong lebih kuat ketimbang beton.

Selain kuat, dari sisi biaya juga lebih murah dan ramah lingkungan.

Diakuinya memang lokasi tersebut beresiko longsor. Pasalnya, bagian dalam tebing sungai dulunya memang sudah berongga.

"Sebagian itu tidak padat, jadi ada rongga-rongga di bawahnya," urai Anies.

Nah, demi mencegah terulangnya longsor, pihaknya bakal mengatur batas maksimum kendaraan yang boleh melewati bantaran kali tersebut.

"Kami harapkan ini selesai maksimal satu bulan ini selesai. Maka begitu dibangunnya yang serius, tentu perlu waktu tapi kita harap aman," pintanya.[wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya