Berita

M. Rizieq Shihab/Net

Nusantara

Tiket Pulang Rizieq Beredar, Eggy Sudjana: Itu Hoax!

JUMAT, 16 FEBRUARI 2018 | 16:59 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Ketua Panitia Penjemputan Muhammad Rizieq Shihab, Eggy Sudjana menegaskan bahwa tiket kepulangan imam besar FPI Habib itu dari Arab Saudi adalah bohong alias hoax. Tujuannya tentu untuk mengadu domba umat Islam.

"Hoax. Jadi pesan saya, hoax ini jangan sampai mengadu domba umat Islam," kata Eggy kepada wartawan, Jumat (16/2).

Sebaga panitia, sambung Eggy, dia mengaku belum mendapatkan konfirmasi dari yang bersangkutan. Apalagi, kepulangan Rizieq sangat besar dampaknya. Misalnya, banyaknya nyawa manusia yang siap menyambut Rizieq di bandara.


"Kalau sampai terjadi apa-apa bagaimana? Jadi bentrok," ujar Eggy.

Karenanya, salah satu alasan pertimbangan penundaan kepulangan Rizieq adalah faktor keamanan. Sebab, saat ini belum ada kepastian dari rezim Joko Widodo bahwa kasusnya akan dihentikan.

Menurut Eggy jika tidak diberikan SP3, bisa terjadi konflik horizontal.

"Bisa terjadi bunuh-bunuhan. Ini yang harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, sudi kirannya Jokowi untuk menerima Habib Rizieq, SP3-kan, selesai ini urusan. Bangun kedepan kegiatan yang baik," kata dia.

Oleh sebab itu Eggy berharap agar Presiden Joko Widodo tidak memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk menangkap Rizieq saat tiba di Tanah Air. Sambutlah dengan baik dengan mendiponeringkan alias pengesampingan perkara demi kepentingan umum seperti yang diberikan Kejaksaan Agung kepada Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Bibit Samad dan Chandra Hamzah.

Beredar foto tiket atas nama M. Habib Rizieq Shihab. Dikabarkan, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) M. Rizieq Shihab akan pulang ke Tanah Air. Rencananya, pria bergelar Habib itu akan mendarat di Indonesia dari Arab Saudi pada 21 Februari mendatang. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya