Berita

Jokowi-JK/Net

Politik

PILPRES 2019

JK Gandeng BG Dan Anies, Jokowi Makin Tak Nyaman

KAMIS, 15 FEBRUARI 2018 | 16:31 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tidak ada yang menyangka kalau saat ini Wakil Presiden Jusuf Kalla memegang "kartu as" yang menentukan skenario di panggung Pilpres 2019.

Pandangan ini mulai mengemuka sejak JK, panggilan akrabnya, terang-terangan membangun komunikasi politik dengan dua tokoh penting dalam percaturan politik nasional.

Dua tokoh yang "digarap" JK adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan.


Dukungan JK baru-baru ini kepada Joko Widodo untuk maju kembali dalam pemilihan presiden dianggap tidak seserius yang diucapkannya. Apalagi, level senioritas JK dalam perpolitikan nasional jauh lebih tinggi ketimbang Jokowi.

Perlu diingat, pernah muncul isu bahwa perkawinan JK dengan Jokowi pada 2014 tidak dibangun dengan harmonis. Bahkan, rekaman wawancara JK yang meramalkan "negara akan hancur jika dipimpin Jokowi" pernah beredar luas dan menjadi pergunjingan sebelum Pilpres empat tahun lalu. Jauh sebelumnya, JK tercatat sempat mengungkapkan ambisi menjadi presiden satu periode untuk memakmurkan Indonesia.

Isu politik yang menyeruak baru-baru ini mengindikasikan persaingan politik JK dengan Jokowi makin kental. Tapi, JK memang lihai.

JK dikabarkan menjalin komunikasi politik yang cukup intens dengan Anies Baswedan jelang Pilpres tahun mendatang.

Sampai saat ini, Anies masih menjadi sosok yang paling memungkinan untuk menjadi lawan tanding sepadan bagi Jokowi di 2019. Langkah-langkah populisnya dalam mengelola pemerintahan Jakarta menjadi batu loncatan untuk secara perlahan melambungkan elektabilitas dan popularitasnya.

Namun, JK-lah yang berani mengklaim bahwa dirinya "dalang" di balik pencalonan Anies di Pilgub DKI Jakarta, dengan menyodorkan nama eks Menteri Pendidikan itu ke Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. JK juga yang memberikan pandangan khusus kepada Anies mengenai isu kontroversial reklamasi pantai utara Jakarta.

Sedangkan kedekatan JK dengan Budi Gunawan alias BG tercermin lewat penempatan bos intel itu pada jabatan Wakil Ketua Majelis Pakar Dewan Masjid Indonesia. JK sendiri yang mendudukkan dan melantik BG di Masjid Istiqlal pada Januari lalu. Menurut JK, arahan-arahan purnawirawan polisi bintang empat itu kepada DMI sangat dibutuhkan agar masjid tidak menjadi lahan subur baRMOL. Tidak ada yang menyangka kalau saat ini Wakil Presiden Jusuf Kalla memegang "kartu as" yang menentukan skenario di panggung Pilpres 2019.

Pandangan ini mulai mengemuka sejak JK, panggilan akrabnya, terang-terangan membangun komunikasi politik dengan dua tokoh penting dalam percaturan politik nasional.

Dua tokoh yang "digarap" JK adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan.

Dukungan JK baru-baru ini kepada Joko Widodo untuk maju kembali dalam pemilihan presiden dianggap tidak seserius yang diucapkannya. Apalagi, level senioritas JK dalam perpolitikan nasional jauh lebih tinggi ketimbang Jokowi.

Perlu diingat, pernah muncul isu bahwa perkawinan JK dengan Jokowi pada 2014 tidak dibangun dengan harmonis. Bahkan, rekaman wawancara JK yang meramalkan "negara akan hancur jika dipimpin Jokowi" pernah beredar luas dan menjadi pergunjingan sebelum Pilpres empat tahun lalu. Jauh sebelumnya, JK tercatat sempat mengungkapkan ambisi menjadi presiden satu periode untuk memakmurkan Indonesia.

Isu politik yang menyeruak baru-baru ini mengindikasikan persaingan politik JK dengan Jokowi makin kental. Dan, JK memang lihai.

JK dikabarkan menjalin komunikasi politik yang cukup intens dengan Anies Baswedan jelang Pilpres tahun mendatang.

Sampai saat ini, Anies masih menjadi sosok yang paling memungkinan untuk menjadi lawan tanding sepadan bagi Jokowi di 2019. Langkah-langkah populisnya dalam mengelola pemerintahan Jakarta menjadi batu loncatan untuk secara perlahan melambungkan elektabilitas dan popularitasnya.

Namun, JK-lah yang berani mengklaim bahwa dirinya "dalang" di balik pencalonan Anies di Pilgub DKI Jakarta, dengan menyodorkan nama eks Menteri Pendidikan itu ke Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. JK juga yang memberikan pandangan khusus kepada Anies mengenai isu kontroversial reklamasi pantai utara Jakarta.

Sedangkan kedekatan JK dengan Budi Gunawan alias BG tercermin lewat penempatan bos intel itu pada jabatan Wakil Ketua Majelis Pakar Dewan Masjid Indonesia. JK sendiri yang mendudukkan dan melantik BG di Masjid Istiqlal pada Januari lalu. Menurut JK, arahan-arahan purnawirawan polisi bintang empat itu kepada DMI sangat dibutuhkan agar masjid tidak menjadi lahan subur bagi radikalisme.

Kabarnya, Jokowi sangat tidak nyaman melihat kedekatan JK dengan Anies dan BG. Kaitannya dengan 2019, JK berpotensi menggandeng dua nama itu untuk memuluskan langkahnya jika berlaga di Pilpres. JK-BG atau JK-Anies?

Walaupun memutuskan untuk tidak maju lagi, JK akan percaya diri menyodorkan Anies dan BG sebagai calon pendamping Jokowi.

Sang incumbent sangat tidak nyaman dengan opsi-opsi tersebut. [ald]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya