Berita

Pegawai Bank BJB melayani nasabah. Foto: Bank BJB

Bank BJB

KUD Puspa Mekar Berkembang Usai Dapat Kredit dari Bank BJB

SENIN, 05 FEBRUARI 2018 | 18:03 WIB | LAPORAN:

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Banten atau Bank BJB sukses membangun pengembangan bisnis dan usaha Koperasi Unit Desa Puspa Mekar di Bandung Barat yang sempat melalui program kredit koperasi.

Pada tahun 1999, Koperasi Unit Desa Puspa Mekar berdiri dan menjalankan kegiatan usaha pada bidang penampungan susu sapi di Desa Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat.

Ada lima orang pengurus dan memberdayakan sumber tenaga dari peternak susu sapi setempat.


Namun, kisah minor kemudian hadir karena pada tahun 2004, koperasi terlilit utang sangat besar mencapai Rp 2,5 miliar. Perjalanan bisnis yang semula direncanakan sistemik, justru berlangsung dengan tidak baik dan koperasi dinyatakan kolaps.

Kenyataan tersebut membuat keempat pengurus kemudian memilih pergi meninggalkan koperasi. Sehingga hanya menyisakan seorang pria bernama Djatnika sebagai subjek tunggal penggerak keberlangsungan kegiatan usaha koperasi.

Tidak ada pilihan lain bagi Djatnika selain dari menjual aset pribadinya berupa tanah di kawasan Jalan Sersan Bajuri, Kota Bandung senilai Rp2,5 miliar agar dapat menyelamatkan bisnis koperasi yang telah dirintisnya.

Walau utang berhasil diselamatkan tapi tidak dengan perjalanan bisnis. Alasannya karena Djatnika tidak memiliki sumber dana untuk melanjutkan aktivitas bisnis.  

"Saya sendirian mengurus koperasi hingga tahun 2013. Keadaan keuangan yang rumit sehingga memaksa saya menitipkan susu sebanyak sembilan ton ke Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) di Lembang," ujar Djatnika dikediamannya di Jalan Terusan Sersan Bajuri, Kabupaten Bandung Barat.

KPSBU merupakan koperasi besar yang telah berdiri sejak tahun 1971. Memiliki kegiatan yang meliputi usaha simpan pinjam dan perdagangan susu. Kini jumlah anggotanya terbilang masif karena berkisar di angka 8.000 orang.

Oleh KPSBU, Koperasi Puspa Mekar diberikan bantuan berupa pinjaman dana segar. Akan tetapi, pengelolaan manajemen dan pemasaran dijalankan oleh KPSBU. Artinya, ekspansi bisnis dan keuntungan dari Koperasi Puspa Mekar berjalan apa adanya.

"Ketika itu saya punya cita-cita untuk mandiri. Namun utang ke KPSBU harus dibayarkan dulu. Sementara Koperasi Puspa Mekar hanya memiliki sedikit keuntungan karena manajemen dipegang KPSBU," kenang Djatnika.



Djatnika tidak kemudian diam. Ragam usaha seperti permohonan pinjaman kepada pihak perbankan sering dilakukannya. Namun hasilnya nihil. Pasalnya beberapa bank yang dikunjungi tidak menyanggupi besaran pinjaman yang diharapkan Djatnika.

Hingga akhirnya Djatnika bertemu dengan salah satu Account Officer bank bjb Kantor Cabang Padalarang. Pertemuan tersebut berlanjut pada kesepakatan kerja sama berupa peminjaman kredit oleh kedua pihak.

Djatnika diberi kesempatan untuk dapat menikmati fasilitas bank bjb Kredit Koperasi karena dinilai sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Potensi untuk dapat berkembang yang jadi alasan bank yang sahamnya mayoritas dimiliki pemda di Jawa Barat dan Banten itu dalam memberikan bantuan kepada Djatnika. Namun tentu prosedur peminjaman dilakukan berdasarkan dengan standar kepatuhan dan prinsip kehati-hatian.

bjb Kredit Koperasi sendiri merupakan penyaluran pinjaman melalui linkage program kepada Koperasi Simpan Pinjam dan Pegawai. Tujuannya adalah untuk membiayai usaha simpan pinjam koperasi melalui pemberian fasilitas modal kerja, kredit investasi dan back to back loan.

"Sejak saat itu saya berhasil mengembangkan bisnis koperasi. Sekarang koperasi sudah memiliki bangunan sendiri dengan dua angkutan truk dan enam kendaraan kecil untuk mengantar susu ke daerah tujuan," ujar Djatnika.

Bahkan ekspansi bisnis berjalan begitu masif. Hingga kini Koperasi Puspa Mekar tercatat sebagai pemasok utama susu ke PT Indolakto yang merupakan produsen dari Indomilk. Pasokan dikirim rutin ke dua lokasi yakni kawasan Pasar Rebo, Jakarta dan Cicurug, Sukabumi.

Bukan hanya soal pemasaran karena kini Koperasi Puspa Mekar mampu menghasilkan 15 ton susu per hari dari sebelumnya yang hanya tujuh ton. Dengan memperdayakan peternak susu di Kecamatan Parongpong, Ngamprah dan Cisarua.

Pada tahun 2014 lalu, Djatnika resmi mengangkat tiga orang sebagai pengurus koperasi dengan mempekerjakan lebih dari 30 pegawai. Itu semua terjadi setelah Djatnika mendapat bantuan kredit dari bank bjb.

"Dulu sempat berpikir untuk selesai. Rumah mau disita dan punya banyak utang. Hingga akhirnya kembali membaik setelah bergabung dengan KPSBU. Tapi kini setelah dibantu bank bjb, semuanya jauh lebih baik lagi. Alhamdulillah. Terima kasih bank bjb," ujar Djatnika mengenang. [***]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya