Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan aman, damai dan utuh juga tidak dapat disusupi ideologi lain bila TNI dan Polri solid dalam menjaga negara.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberi pengarahan kepada 300 Prajurit TNI-Polri serta Aparatur Sipil Negara (ASN), di Hanggar Lanud Manuhua Biak, Papua, Jumat (2/2).
Marsekal Hadi menyampaikan rasa bangga kepada Prajurit TNI-Polri serta ASN yang telah mampu menunjukkan soliditas kepada seluruh masyarakat. Dengan soliditas TNI-Polri yang kuat, maka rakyat akan merasa aman dan nyaman.
"Hal ini harus terus dijaga dan dipupuk bukan hanya di tataran pimpinan dan sekadar seremonial, namun harus sampai ke tingkat prajurit paling bawah,†tegasnya, dikutip dari Puspen TNI.
Hadi Tjahjanto juga mengatakan, wilayah timur Indonesia khususnya Biak, merupakan wilayah sangat strategis karena menjadi pintu masuk menuju wilayah-wilayah pedalaman Papua.
Salah satu bukti bahwa Biak merupakan wilayah strategis dalam pertumbuhan ekonomi adalah memiliki salah satu landasan udara terpanjang di Indonesia.
"Panjang landasan tersebut mencapai 3500 meter dan dilengkapi fasilitas pendukung seperti alat bantu navigasi, dukungan logistik dan avtur dalam mendukung seluruh penerbangan pesawat," jelasnya.
Panglima TNI menjelaskan bahwa pemerintah bakal memprioritaskan Biak dalam program-program pembangunan, khususnya dalam program Poros Maritim Dunia.
"Hal ini dapat dilihat dari Rencana Strategis pemerintah pada tahun 2024, yaitu apabila perekonomian Indonesia naik, maka Biak akan menjadi wilayah yang mirip Hawai sebagai tempat pariwisata," ujarnya.
Untuk mencapai pembangunan ekonomi yang baik, stabilitas keamanan nasional sangat dibutuhkan.
"Untuk itu, TNI dan Polri harus tetap solid sangat dibutuhkan," katanya.
"Soliditas TNI dan Polri adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi," tegas Panglima TNI di akhir pengarahan.
[ald]