Berita

Dedi Iskandar Batubara/Net

Politik

Anggota DPD: Kapolri Ingin Benturkan Ormas Islam

RABU, 31 JANUARI 2018 | 09:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota DPD/MPR RI Dedi Iskandar Batubara menyayangkan omongan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian lantaran berisi kesesatan dan rawan memicu konfik.

"Pak Kapolri harus membaca sejarah dengan benar," tulis Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah ini di akun Facebook, Rabu (31/1). IGDA adalah organisasi otonom ormas Al Jam'iyatul Washliyah.

Jelas Dedi, Kapolri yang menyebutkan hanya NU dan Muhammadiyah sebagai pendiri bangsa sementara yang lainnya malah merontokkan, adalah kesesatan argumentasi dan mengabaikan peran ormas Islam lain yang turut berjuang memerdekakan dan membangun bangsa.


"Bukan karena saya Washliyah, tapi kebenaran sejarah harus diungkap dengan komprehensif, jangan menomorsatukan salah satu dan menomorsekiankan yang lain," ujarnya mengingatkan.

Pengurus KNPI ini menambahkan pidato Kapolri sangat membenturkan dan bernilai provokatif.

"Kok saya merasa sepertinya Pak Kapolri ingin membenturkan ormas-ormas Islam dengan membangun kasta ormas. Saya harap Kapolri harus lebih menguasai  informasi dulu baru menyampaikannya ke publik," demikian Dedi.

Pernyataan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian yang viral baru-baru ini merupakan penggalan sambutan dalam sebuah acara penandatanganan MoU dengan PBNU pada 2016 lalu.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto mengatakan, Kapolri akan melakukan pertemuan dengan ormas-ormas Islam dalam rangka silaturahmi. Pertemuan nanti diselenggarakan menyusul polemik video pidato Kapolri yang dinilai menyinggung sebagian umat Islam. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya