Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali mengukir prestasi di tingkat nasional.
Kali ini mendapatkan predikat A atau sangat baik atas hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) tahun 2017 yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Dari laporan hasil evaluasi AKIP, Sumsel mendapatkan nilai 80,01 dengan predikat A, kemudian rata-rata nilai kabupaten/kota di Sumsel sebesar 55,87 dengan predikat CC. Dengan meraih peringkat A, Sumsel ditetapkan menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam upaya peningkatan AKIP melalui efektivitas, efisiensi, dan capaian reformasi birokrasi.
Laporan hasil evaluasi AKIP tersebut diserahkan langsung Menteri PAN RB Asman Abnur kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Hotel Radisson Golf and Convention Center, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (25/1).
Selain Sumsel, menteri PAN RBjuga menyerahkan laporan hasil evaluasi AKIP 2017 kepada provinsi dan kabupaten/kota di wilayah satu yang meliputi seluruh daerah di Pulau Sumatera, Banten, dan Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Menteri Asman Abnur menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumsel yang berhasil mendapatkan predikat A. Menurutnya, melalui prestasi yang diraih diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi daerah lainnnya untuk lebih baik lagi hingga mampu meraih predikat tertinggi memuaskan.
"Beliau, Pak Alex ini salah satu yang paling gigih untuk mendapatkan predikat A, sepanjang acara yang pertama saya lihat adalah tampilnya Pak Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Kenapa begitu, karena Sumsel mendapat predikat A jadi penampilan pak gubernur tentunya percaya diri," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Alex berbagi pengalaman tentang upaya peningkatan AKIP bersama narasumber lainnya yakni Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, dan Wali Kota Padang H. Mahyeldi.
Alex memaparkan banyak hal tentang Sumsel, di antaranya mengenai prioritas pemda dalam pembangunan. Kemudian visi dan misi serta tantangan dalam pelaksanaan pembangunan Sumsel seperti terbatasnya APBD.
"Sekarang kita Sumatera Selatan dapat predikat A, tahun depan target kita dapat predikat AA. Tapi, tahun depan gubernurnya bukan saya lagi, semoga target itu bisa tercapai," harapnya.
Alex juga menayangkan video tentang kesiapan pelaksaan Asian Games 2018 di Palembang yang membuat terpukau seluruh peserta yang hadir. Menurut Alex, dirinya sengaja menampilkan tentang Asian Games karena semua pembangunan infrastruktur yang ditampilkan bukan baru akan dibangun melainkan secara keseluruhan sudah selesai, hanya ada beberapa yang belum selesai seperti Light Rail Transit (LRT) yang akan selesai pada Februari mendatang.
"Jadi, semua yang saya tampilkan tadi menunjukkan itulah yang namanya efektifitas yang efisien yang sebenarnya. Kalau tidak bagaimana bisa Sumatera Selatan bisa menjadi tuan rumah Asian Games," ujar Alex.
Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN RB Muhammad Yusuf Ateh menambahkan, untuk mengukur perkembangan AKIP, pihaknya telah melakukan evaluasi setiap tahunnya meliputi berbagai kategori penilaian yang tujuannya bukan hanya penetapan nilai namun juga sebagai langkah dalam meningkatkan efektifitas, efisiensi, dan capaian reformasi birokrasi.
"Di tahun 2017 lalu kita telah melakukan evaluasi kepada 82 kementerian dan lembaga, kemudian 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota di Indonesia. Hari ini laporan hasil evaluasi AKIP yang kita serahkan sebanyak 172 kepada kabupaten/kota dan 22 provinsi," paparnya.
Untuk diketahui, laporan hasil evaluasi AKIP yang diserahkan merupakan evaluasi yang telah dilakukan dalam tahun 2017. Evaluasi dilakukan berdasarkan amanat Peraturan Pemerintah 8/2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Presiden 29/2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan peluncuran aplikasi e-SAKIP REVIU yang tujuannya untuk pembinaan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah secara interaktif serta sebagai penyampaian laporan kinerja instansi pemerintah secara online.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan coaching clinic pada hari ini (Jumat, 26/1) dengan mengundang pejabat terkait seperti sekretaris daerah, inspektur, kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, serta biro/bagian organisasi masing-masing pemda di wilayah tersebut.
[wah]