Berita

Foto/Net

Nusantara

PPNI Surabaya Dalami Motif Pelecehan Oknum Bruder National Hospital

JUMAT, 26 JANUARI 2018 | 00:59 WIB | LAPORAN:

Organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Surabaya telah melayangkan surat pemanggilan terhadap JN, perawat yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya di National Hospital Surabaya.

Pemanggilan tersebut untuk mendalami motif terduga melakukan tindakan yang mencorang nama profesi perawat. Termasuk menelisik apalah terduga anggota dari PPNI Surabaya.

Ketua PPNI Surabaya Misutarno mengaku sejauh ini belum mengambil kesimpulan terkait sanksi yang bakal diberikan terhadap JN. Menurutnya pemanggilan sebagai awal pemeriksaan pelanggaran etik terhadap JN.


"Besok rencananya kami agendakan untuk memanggil yang bersangkutan," kata Ketua PPNI Surabaya Misutarno saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/1).

Peristiwa pelecehan pasien Nasional Hospital berawal dari sebuah video yang viral di dunia media sosial.

Dalam video berdurasi 52 detik itu, seorang pasien perempuan menangis lantaran telah mengalami tindakan pelecehan yang dilakukan oknum bruder atau perawat laki-laki.

Pasien tersebut mengatakan, saat dia tidak sadarkan diri, perawat tersebut meremas dadanya.

Pengakuan si perawat dalam video itu disaksikan keluarga dan perawat lainnya. Usai mengakui perbuatannya, si perawat meminta maaf dengan bersalaman kepada pasien dan keluarga pasien.

Video tersebut diunggah oleh akun instagram @thealovewidya pada Rabu kemarin, dan menjadi viral hingga ke platform Facebook maupun YouTube.

Atas peristiwa itu, Manajemen rumah sakit telah memberhentikan secara tidak hormat kepada JN.

Manajemen RS National Hospital juga meminta maaf atas terjadinya pelanggaran etika profesi yang dilakukan oknum perawat terhadap pasien rumah sakit.

"Kami menyampaikan penyesalan yang mendalam kepada pasien dan keluarga pasien," ujar Kepala Perawat Rumah Sakit National Hospital Surabaya, Jenny Firsarina, saat jumpa pers di Surabaya, Kamis (25/1).

Kini kejadian itu telah ditangani oleh Polrestabes Surabaya sebelum ada laporan dari pihak keluarga. [nes]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya