Berita

Prabowo Soenirman/Net

Nusantara

Prabowo: Gerindra Tidak Bisa Halangi PDIP Interpelasi Anies

KAMIS, 25 JANUARI 2018 | 15:57 WIB | LAPORAN:

. Fraksi PDIP dan Partai Nasdem DKI Jakarta berencana mengajukan hak interpelasi terkait kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno, yang dinilai menyalahi aturan.

Menanggapi itu, Anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra, Prabowo Soenirman mempersilahkan PDIP untuk mengajukan hak interpelasi tersebut.

"Silahkan saja, itu hak mereka. Kami dari Gerindra enggak mau arahkan itu," kata Prabowo saat dihubungi redaksi, Kamis (25/1).


Dia menegaskan sebagai partai pengusung dan pendukung Anies-Sandi, Gerindra tidak akan ikut ambil bagian dari rencana itu.

"Ya enggak mungkin lah, orang Gerindra mendukung kebijakan beliau kok. Kami tidak ada masalah. Yang pasti Gerindra tidak akan ikut," tegas Prabowo.

Ada dua kebijakan Anies-Sandi yang dianggap melanggar UU. Yakni, penataan kawasan Tanah Abang, dan pemberian izin penyelenggaraan kegiatan besar di Monas.

Untuk penataan kawasan Tanah Abang, kebijakan yang dianggap melanggar UU yakni penempatan PKL di salah satu ruas jalan di depan Stasiun Tanah Abang. Kebijakan tersebut dinilai melanggar peraturan tentang lalu lintas.

Sedangkan kebijakan pembukaan Monas untuk kegiatan masyarakat dinilai telah mengesampingkan Keputusan Presiden Nomor 25/1995. Dalam Kepres tersebut, Monas seharusnya menjadi kawasan yang steril untuk kegiatan-kegiatan besar karena berdekatan dengan Istana Negara.

Untuk merealisasikan rencananya itu, PDIP dan Nasdem akan melakukan safari politik ke fraksi-fraksi lain, bahkan rencananya dua partai akan mengajak partai pengusung Anies-Sandi, Gerindra dan PKS. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya