Berita

Agus Harimurti Yudhoyono/Net

Nusantara

AHY Borong Ikan Segar Di Sorong

KAMIS, 25 JANUARI 2018 | 15:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkunjung ke Pasar Ikan Jembatan Puri, Sorong, Papua Barat, Kamis pagi (24/1).

"Pak Agus, Pak Agus. Kemari lihat ikan kami, lihat ikan kami Pak," teriak para nelayan saling bersahutan melihat sosok AHY.

Mereka ingin ikannya dilihat dan dibeli oleh AHY. "Iya Pak, Buk, nanti saya lihat ikan-ikannya ya," jawab AHY membalas satu persatu salam dari para nelayan yang sangat antusias.


Pasar ikan Jembatan Puri memang menjadi pusat jual beli ikan di Sorong. Pasar yang ramai dari pukul 7 pagi itu menjual berbagai macam ikan segar hasil tangkapan para nelayan.

AHY pun tidak menyia-nyiakan waktunya. Di sana ia bertemu dengan Ichong, koordinator nelayan Papua Barat dan berbincang tentang kondisi pasar ikan dan nelayan.

"Apa kabar Pak? Saya sedang di Sorong, begitu tahu di sekitar penginapan ada pasar ikan, saya ingin sekali menyapa masyarakat, penjual, pembeli, yang kebetulan ada setiap hari ya Pak? Boleh diceritakan gimana Pak?" tanya AHY.

AHY langsung dipersilahkan duduk di atas ember berwarna putih yang biasa dipakai para nelayan untuk membawa ikan. Kepada AHY, Ichong menjelaskan kendala perizinan surat-surat kapal yang menyulitkan mereka, persaingan dengan nelayan dari negara tetangga, juga keamanan setempat yang membantu pekerjaan mereka.

Dengan seksama AHY mendengarkan keluhan nelayan. "Saya datang memang ingin mendengar dan bersilaturahmi dengan para nelayan, juga Pak Ichong sendiri. Terima kasih sudah curhat tadi dan menyampaikan keluh kesahnya, permasalahan hari ini apa, dan sangat dimengerti. Saya bisa langsung paham kalau izinnya sulit karena masalah administrasinya saja," AHY menanggapi.

"Pak, tentunya kita sama-sama memikirkan supaya bisa dipercepat dan diperlancar lagi. Kita cari solusinya barsama-sama ya Pak," lanjutnya.

"Terima kasih ya Bapak, Ibu semuanya. Saya ingin mendengar langsung, karena ingin tahu. Saya memang sengaja melakukan kunjungan ke wilayah Timur Indonesia di awal tahun, karena matahari pun terbit dari Timur, jadi saya harus terlebih dahulu di awal tahun ini datang ke tanah Papua. Bagi saya nelayan itu pahlawan, tanpa nelayan kita susah semua. Dan kalau sudah tahu begitu, ya harusnya diperhatikan para nelayan, karena sumber pertama kali kita bisa mempertahankan kehidupan, tentunya dari asupan makanan, dan ikan menjadi yang utama di sini," kata AHY menambahkan.

Usai berdiskusi, AHY kembali berkeliling pasar melihat-lihat ikan dijual. "Wah ikan apa itu?" tanya AHY. "Ikan kakap merah Pak, mari beli di sini," jawab Victor, salah satu penjual ikan di pasar Jembatan Puri. "Oh iya boleh saya beli yaa," sahut AHY. Dengan wajah sumringah, Victor langsung memasukan ikan kakap merah segar yang berukuran cukup besar ke dalam plastik dan menyerahkannya pada AHY.

Bukan di lapak milik Victor saja, AHY juga sempat membeli ikan di enam penjual yang berbeda. Mulai dari ikan bawal laut, ikan barakuda, sampai ikan puri, ikan khas di Papua Barat yang berukuran kecil sepeti ikan teri, semuanya diborong AHY.

"Saya senang sekali, kaget juga tadi tiba-tiba Pak Agus mau membeli ikan puri yang saya jual. Ikan puri ini khas Papua Barat, makanya menjadi nama pasar ikan ini juga. Semoga Pak Agus terus memperhatikan kita, masyarakat kecil ini," ujar salah satu pedagang ikan dalam keterangan tertulis TYI. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya