Berita

Net

Nusantara

Harga Pangan Sulitkan Masyarakat Penuhi Kebutuhan Gizi

KAMIS, 25 JANUARI 2018 | 15:18 WIB | LAPORAN:

Pemenuhan gizi pada bayi, anak dan orang dewasa sangat penting. Namun pada sebagian kalangan, hal itu terbilang sulit untuk dilakukan.

Penyebabnya antara lain adalah minimnya pemahaman akan gizi dan tingginya harga pangan. Harga pangan yang tinggi menyulitkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi, terutama untuk mereka yang termasuk ekonoomi lemah.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri menjelaskan, lima bahan pokok yang relatif mengalami kenaikan harga pada Mei-Desember 2017 adalah beras, daging sapi, garam, kedelas dan Susu. Kenaikan harga bahan pokok dipicu beberapa hal, di antaranya adalah kenaikan harga beras yang terbilang cukup signifikan hingga di atas Rp 12.000 per kilogram.


"Naiknya harga beras disebabkan oleh tingginya jumlah permintaan akan beras yang tidak dapat dipenuhi oleh jumlah beras yang diproduksi," ujarnya kepada redaksi, Kamis (25/1).

Kemudian harga daging sapi mengalami kenaikan 52,7 di bulan Juni dan 11,37 di Desember. Salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab adalah tingginya permintaan menjelang Idul Fitri, Natal, dan tahun baru. Selain itu, isu kelangkaan sapi betina produktif di wilayah Australia Utara juga menjadi pemicu lain.

"Isu kelangkaan sapi betina produktif di Australia Utara harus berhadapan dengan kebijakan pemerintah dalam impor sapi, yaitu mengharuskan satu dari enam ekor haruslah berupa sapi betina. Kebijakan ini juga berpotensi menyebabkan turunnya jumlah persediaan daging sapi nasional," terang Novani.

Selain beras dan daging sapi, tingginya permintaan atas garam konsumsi yang tidak dapat dipenuhi oleh hasil produksi dalam negeri. Terbatasnya jumlah pasokan juga menyebabkan tingginya lonjakan harga garam per satuan. Rendahnya produksi garam diduga karena kondisi iklim di Indonesia yang kurang mendukung.

"Permasalahan tingginya harga pangan ini menjadi salah satu hambatan kecukupan gizi terutama masyarakat menengah ke bawah. Selain beras yang merupakan sumber pemenuhan kebutuhan karbohidrat nasional, daging sapi juga dikatagorikan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan protein nasional. Kalau harga kebutuhan sumber nutrisi nasional terlampau tinggi secara tidak lagsung akan berpengaruh pada tingginya prosentase stunting atau gizi buruk kronis," papar Novani.

Data TNP2K pada pertengahan 2017, angka gizi buruk pada anak Indonesia terus berada di atas 10 persen. Artinya bahwa gizi buruk pada anak masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Terdapat beberapa faktor yang menentukan jumlah gizi buruk pada anak, di antaranya adalah kurang bergizinya asupan makanan pada bayi atau ibu hamil yang mengalami anemia. Kondisi yang dapat menyebabkan anak dilahirkan dengan berat badan rendah.

"Lebih baik pemerintah jangan hanya fokus pada langkah memberikan makanan sehat atau memperbaiki lingkungan. Pemerintah juga perlu memastikan pasokan kebutuhan pangan untuk kebutuhan dalam negeri dan memastikan harga pangan menjadi lebih terjangkau terutama untuk orang miskin," demikian Novani. [wah]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya