Berita

Net

Nusantara

Tragedi Asmat, Kegagalan Negara Luar Biasa

KAMIS, 25 JANUARI 2018 | 13:28 WIB | LAPORAN:

Kejadian Luar Biasa (KLB) busung lapar di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua merupakan tragedi kemanusiaan.

Apalagi, kejadian itu terjadi di tengah pembangunan infrastruktur yang masif oleh pemerintah. Nyatanya, ratusan anak meninggal dunia akibat gizi buruk dan wabah campak.

Menurut Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, kejadian itu akibat kesalahan tata kelola pangan oleh pemerintah di Kabupaten Asmat.


"Kok bisa ada rakyat di suatu kabupaten meninggal begitu banyak oleh campak dan gizi buruk. Ini luar bisa kegagalan kita bernegara," katanya di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (25/1).

Karena itu, Fahri menegaskan perlu adanya penangananan ekstra cepat supaya jumlah korban tidak terus bertambah. Sebab, gizi buruk dan campak di Asmat tidak mungkin terjadi secara tiba-tiba.

"Orang Papua punya tradisi mengelola makanannya dan gizi yang tak pernah ada masalah. Tapi sekarang ini ada mekanisme yang salah, misal memaksakan beras. Sebab, tidak bisa orang itu tiba-tiba gizi buruk dan campak," jelasnya.

Disinggung soal upaya pemerintah untuk merelokasi penduduk Asmat, Fahri menilai bahwa solusi itu tidak tepat. Alasannya, warga yang direlokasi justru bisa memicu masalah baru.

"Tidak bisa begitu, nanti orang curiga ada apa. Jangan-jangan orang bilang ada emas, begitu kan nanti kecurigaan orang," imbuhnya. [wah]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya