Berita

RMOL

Nusantara

GP Ansor Jamin Pendidikan Anak Kader Yang Meninggal Dunia

KAMIS, 25 JANUARI 2018 | 08:15 WIB

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas mengunjungi kediaman almarhum Miftahul Huda di Desa Tahunan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Selasa malam (23/1).

Miftahul Huda adalah kader Banser yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Banyumanik Semarang saat perjalanan pulang usai mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) Muadalah di Ungaran, Senin (22/1).

Gus Tutut, sapaan akrab Yaqut Cholil Qoumas, datang didampingi sejumlah pengurus PP GP Ansor dan pimpinan wilayah GP Ansor Jateng, pimpinan cabang GP Ansor Kabupaten Grobogan, serta ratusan personil Banser dari Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.


Menurut Gus Tutut, secara pribadi dirinya tidak mengenal langsung Almarhum Miftahul Huda, akan tetapi dari cerita yang disampaikan rekan-rekan dan ayahnya bahwa Huda adalah kader yang luar biasa.

"Khidmahnya ke NU ini juga total tapi karena Allah berkehendak lain ya kita harus menerima. Kita juga sampaikan ke keluarga juga demikian," jelasnya, Kamis (25/1).

Almarhum meninggalkan seorang istri dan anak berusia 1,5 tahun. Gus Tutut mengatakan, Ansor akan menanggung biaya pendidikan anaknya sampai dewasa.

"Untuk anaknya yang masih 1,5 tahun itu, Insya Allah Ansor nanti akan menanggung biaya pendidikannya. Tadi sudah kita atur, dia mau sekolah sampai jenjang apa, PC Ansor Kabupaten Semarang yang akan menghandle," katanya.

Gus Tutut menjelaskan, jika PC Ansor Kabupaten Semarang memiliki lembaga pendidikan yang cukup baik. Hal ini sebagai ungkapan kepedulian GP Ansor terhadap kadernya yang telah mengabdi pada organisasi secara total.

"Bapaknya almarhum mau berembug dulu dengan keluarga, tentu keputusan sepenuhnya diserahkan ke keluarga," katanya.

Saat mengunjungi keluarga almarhum, Gus Tutut juga memberikan tali asih ke keluarga dan mendoakan agar anak almarhum kelak menjadi orang yang berguna untuk agama, bangsa dan negara. [parwito/wah/rmoljateng]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya