. Pemerintah Kota Semarang menyepakati kerjasama di bidang pariwisata dengan 12 negara anggota Uni Eropa. Negara-negara Uni Eropa menganggap punya persamaan seperti karakter teritorial dan peninggalan sejarah peradaban dengan Semarang.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend, bertemu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Kantor Balaikota Semarang, Rabu (24/1). Dubes Guerend datang bersama diplomat dari 12 negara anggota diantaranya Dubes Austria Helen Steinhausl, Dubes Belgia Patrik Herman, Dubes Kroasia Drazen Margeta, Dubes Denmark Rasmus Abilgaard, Dubes Jerman Michael Freiherr von Ungren Sternberg, Dubes Yunani Georgios Dogoritis, Dubes Irlandia Keyle O’Sullivan dan Dubes Italia Vittorio Sandalli.
Dubes HE Drazen Margeta menyatakan menggeliatnya kembali Kawasan Kota Lama sebagai destinasi wisata Kota Semarang menjadi titik tolak bagi penguatan kerjasama antara negara Uni Eropa dan Kota Semarang.
"Beberapa inisiatif yang muncul diantaranya adalah kembali menggeliatnya dan munculnya inisiatif 'old town' (kawasan kota lama) di Kota Semarang. Kita berharap momen ini, ke depan ini bisa menjadi titik tolak untuk lebih memperkuat kerjasama kita," tegas Drazen usai pertemuan.
Drazen mengakui pentingnya kerjasama penguatan bidang Pariwisata dengan Semarang karena di Kroasia, 20% Product Domestik Bruto(PDB) atau pendapatan daerah datang dari sektor wisata.
"Kami sudah bekerjasama dengan Kota Semarang sejak dua tahun yang lalu. Saya sangat senang karena Kroasia dan Kota Semarang merupakan dua kota dengan memiliki wilayah dan kota dengan peradabanya tidak jauh beda di masa lalu. Apalagi, kami di Kroasia dalam perkembanganya kota-kota kami sangat dipengaruhi dengan peradaban Romawi dan Yunani," terangnya.
Hal senada diungkapan Dubes Italia Vittorio Sandalli, yang secara kebetulan di negaranya Italia memiliki program penguatan wisata sejarah dan peradaban tingkat dunia. Terutama bagi obyek wisata peradaban sejarah yang terancam punah akibat kerusakan dan peperangan.
"Betul sekali, sangat penting untuk mempromosikan warisan budaya Kota Lama. Italia punya banyak kota bersejarah seperti Milan, Roma, Florence dan lainya. Italy memiliki program ‘Cultural Herritage Task Force’ bertugas melestarikan warisan budaya dunia, terutama terhadap obyek wisata yang hancur dan terancam punah akibat perseteruan dan peperangan di dunia," ujarnya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengharapkan, pasca kunjungan ini para Dubes Uni Eropa mengajak dan mempromosikan potensi wisata Kota Semarang kepada warganya di negaranya masing- masing.
"Saya ingin, yang paling mendesak Pariwisata. Saat ini adalah di tempat tinggal para dubes di negaranya, mereka bercerita dengan warga tetangga, warga sekitarnya dan saudara-saudaranya masing- masing untuk berkunjung ke Kota Semarang," katanya.
Dia melanjutkan, Kota Semarang juga memiliki tempat- tempat wisata yang menarik.
"Jangan selalu hanya berwisata ke Bali dan ke Yogya terus saja karena di Kota Semarang banyak tempat-tempat wisata yang sangat menarik yang tak kalah dengan obyek wisata di dua kota besar tersebut," pungkas pira yang akrab di sapa Wali Kota Hendi ini.
[Parwito/rmoljateng/dem]