Berita

Nusantara

Sanksi Kepala Satpol PP DKI Tunggu Proses Hukum Di Polda

RABU, 24 JANUARI 2018 | 21:40 WIB | LAPORAN:

. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan belum mengambil langkah apapun terkait kasus penganiyaan yang diduga dilakukan Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko terhadap anak buahnya, Wasnadi.

Saat ini, Pemprov DKI lebih menunggu hasil penyelidikan Polda Metro Jaya terkait kasus tersebut.

"Mari kita hormati proses hukum juga hormati azas praduga tak bersalah. Nanti kita lihat untuk ketentuan dan proses hukumnya seperti apa," katanya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/1).


Dari hasil penyelidikan itulah kata pria yang akrab disapa Sandi ini, akan menentukan sanksi apa yang pantas diberikan.

"Jadikan ini pembelajaran buat kita. Bahwa berinteraksi antara bawahan dan atasan dan juga SKPD yang ada di lingkungan Pemprov DKI (harus dilakukan dengan baik)," tegas Sandi.

Diketahui, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko dilaporkan ke polisi oleh bawahannya. Yani dituduh melakukan penganiayaan.

Dalam laporannya, Wasnadi menyebut insiden penganiayaan dilakukan pada 14 Januari 2018 di kantor Satpol PP di ruang Posko PTI, Jakarta Pusat. Menurut keterangan Wasnadi, dia dituduh menyebarkan berita acara pengeluaran barang (reklame) ke media oleh Yani.

Karena Wasnadi merasa tidak melakukan hal seperti yang dituduhkan, keributan pun terjadi. Penganiayaan yang dituduhkan Wasnadi terjadi ketika itu.[dem]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya