Berita

Net

Nusantara

Pemindahan Ibu Kota Negara Mendesak Dilakukan

RABU, 24 JANUARI 2018 | 11:33 WIB | LAPORAN:

Pemerintah diminta segera merealisasikan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta. Alasannya, ibu kota sebagai pusat kekuasaan harus berada di wilayah yang aman atau bebas bencana alam, seperti gempa bumi.

"Saatnya pemerintah segera merealisasikan wacana pemindahan ibu kota negara, di tengah masih hangatnya isu gempa," ujar anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Hamdhani di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (24/1).

Dia menjelaskan, pemindahan ibu kota negara mendesak dilakukan, lantaran wilayah DKI Jakarta sudah sangat padat penduduk, juga rawan bencana alam seperti gempa perlu dikurangi bebannya.


Hamdhani menyangkutpautkan isu pemindahan ibu kota dengan gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter yang melanda Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, Selasa kemarin (23/1) siang. Guncangan yang diikuti beredarnya kabar bohong alias hoax bahwa akan terjadi gempa susulan berkekuatan 7,4 SR di malam harinya.

"Ibu kota negara sebagai daerah pusat kekuasaan harus di wilayah yang aman, bebas gempa atau bencana lainnya," ujarnya.

Kota Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, setidaknya sudah tiga kali diusulkan dan dikaji sebagai calon ibu kota negara oleh tiga presiden yaitu Soekarno, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo.

"Tinggal keputusan politik dan hukum untuk menetapkan wilayah ibu kota Republik Indonesia yang baru. Keputusan ini penting agar ada kepastian, selain melakukan persiapan yang lebih matang," tegas Hamdhani yang juga anggota Badan Legislasi DPR tersebut. [wah]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya