Net
Net
NYINYIR terhadap kampanye politik itu biasa. Tapi nyinyir terhadap kampanye mitigasi kebencanaan (kegempaan) seharusnya dihindari. Kita boleh berbeda secara politik, tapi dalam isu bencana, kita semua kawan yang sepantasnya saling dukung karena ancaman bencana katastropik itu jauh lebih mengerikan dari musuh-musuh yang tampak.
Beberapa tahun saya membantu Andi Arief (dalam kapasitasnya sebagai Staf Khusus Presiden SBY Bidang Kebencanaan) dan para ahli seperti Dr. Danny Hilman, Dr. Irwan Meilano, Dr. Wahyu Triyoso dan lain-lain dalam melakukan kampanye riset kebencanaan, khususnya dengan pesan "awas bahaya gempa besar di Jakarta" dan "perlunya micro zonasi kegempaan di Jakarta" serta "perlunya kesinambungan riset patahan-patahan tektonik di Indonesia". Walau titik episentrum gempa ada di Sukabumi atau di Selat Sunda, Jakarta bisa merasakan getaran yang dahsyat.
Banyak yang menertawakan upaya ini. Ngomong soal ancaman gempa besar di Jakarta dianggap membual. Orang-orang yang berseberangan secara politik dengan AA waktu itu semakin asyik nyerang kanan kiri. Sementara Gubernur Foke bilang kami ini sejenis tukang obat di pinggir jalan. Mungkin saja beliau tersinggung karena AA meminta DKI segera membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sesuai amanat undang-undang, sementara DKI waktu itu menganggap urusan kebencanaan cukup ditangani Dinas Pemadam Kebakaran (meskipun pada akhirnya dibuat juga). Sebab, mindset kebencaanaan di DKI masih terfokus pada banjir dan kebakaran dan sama sekali belum memperhitungkan kemungkinan gempa.
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 09 April 2026 | 12:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
Kamis, 16 April 2026 | 13:50
UPDATE
Minggu, 19 April 2026 | 16:14
Minggu, 19 April 2026 | 16:06
Minggu, 19 April 2026 | 15:33
Minggu, 19 April 2026 | 15:29
Minggu, 19 April 2026 | 14:57
Minggu, 19 April 2026 | 14:13
Minggu, 19 April 2026 | 14:09
Minggu, 19 April 2026 | 13:39
Minggu, 19 April 2026 | 13:25
Minggu, 19 April 2026 | 13:10