Berita

Foto/Net

Nusantara

Dewan Prihatian Masih Ada Kasus Gizi Buruk Di Negeri Ini

SELASA, 23 JANUARI 2018 | 01:10 WIB | LAPORAN:

Kasus gizi buruk dan wabah campak yang melanda Kabupaten Asmat, Papua membuat anggota Komisi IX DPR Muhammad Iqbal prihatin. Dia merasa sedih, karena masih ada kasus seperti itu di Indonesia yang merupakan negara subur.

"Kasus gizi buruk yang terjadi di Kabuten Asmat, Papua, tentu membuat kita prihatin. Sebab, ternyata kasus gizi buruk masih terjadi di wilayah Indonesia," ucap politisi PPP ini, di gedung DPR, Jakarta, Senin (21/1).

Atas hal itu, dia meminta Pemerintah mengerahkan semua kemampuan untuk mengatasi masalah itu. Segala bantuan yang diperlukan masyarakat Asmat harus diberikan dengan cepar. Tim kesehatan yang lengkap juga harus dikirim sampai ke pelosok. Koordinasi antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat juga harus cepat dalam mengirimkan tim kesehatan.


"Ini penting untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat di sana. Juga harus mengirimkan bahan-bahan makanan untuk memperbaiki gizi di masyarakat sana," jelas Iqbal.

Menurutnya langkah tersebut harus dilakukan secara terus-menerus dan ke semua wilayah sampai yang terpencil. Tujuannya, agar kasus serupa tidak terulang. Dirinya tidak mau jika pemberian bantuan hanya diberikan saat ada kasus seperti di Kabupaten Asmat. [nes]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya