Berita

Patung Pedro Arrupe/Net

Jaya Suprana

Pedro Arrupe

JUMAT, 12 JANUARI 2018 | 07:48 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA bukan umat Katolik namun saya sangat mengagumi sosok Sri Paus Fransiskus sebagai tokoh pejuang yang gigih berjuang mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan ke dalam peradaban umat manusia di planet bumi abad XXI nan sarat beban kebencian ini.

Adalah mahaguru kemanusiaan saya, Sandyawan Sumardi yang memberitahu saya bahwa tokoh yang menginspirasi perjuangan Sri Paus Fransiskus adalah Pedro Arrupe.

Keadilan Sosial


Menurut Wikipedia, Pedro Arrupe merupakan Jenderal Ordo Serikat Yesus yang ke 28. Pedro Arrupe juga disebut sebagai pendiri kedua dari Serikat Yesus karena kualitas kepemimpinanya untuk Serikat Yesus yang berpusat kepada pelayanan gereja bagi kaum miskin.Pedro Arrupe dikenal sebagiai tokoh pejuang kemanusiaan yang memiliki kedalaman rohani berkomitmen terhadap keadilan sosial. Pada tahun 1938, dia dikirim ke Jepang dan menjadi seorang misionaris selama 27 tahun.Romo Pedro Arrupe menjabat sebagai direktur Novisiat di Hiroshima ketika sebuah bom atom membumihangus kota tersebut pada tanggal 6 Agustus 1945.

Romo Pedro Arrupe, dengan bekal pelatihan medisnya, memutuskan untuk merawat korban-korban bom tersebut. Bersama dengan rekan-rekannya, dia berhasil menolong 150 korban. Kurangnya pengetahuan akan bahaya radiasi atom, mereka mengalami kebingungan melihat banyaknya kematian orang-orang yang tampak tidak memiliki cedera luar. Romo Arrupe bersama dengan rekan-rekan Jesuitnya hanya berbekal peralatan medis seadanya tanpa memiliki obat bius atau obat-obatan yang memadai untuk menangani para korban. Namun, dari 150 orang yang mereka rawat, hanya 1 orang yang meninggal akibat cideranya.

Pada tanggal 18 Oktober 1959 ketika Vice-Provinsi Jepang dijadikan Provinsi, dia diangkat menjadi pemimpin para Jesuit di Jepang atau Provinsialsampai tahun 1965. Atas dorongannya, Universitas Katolik di Tokyo, Sophia University diperbesar.Dia telah menerbitkan banyak buku tentang spiritualitas Ignasiandalam bahasa Jepang dan kisah tentang peristiwa Hiroshima dalam bahasa Spanyol.

Kemanusiaan


Pada tanggal 22 Mei 1965, Romo Pedro Arrupe dipilih menjadi Jendral Serikat Yesus oleh 218 Jesuit yang menjadi peserta Konggregasi Jendral ke 31. Selama menjabat sebagai Jendral Serikat Yesus, Romo Arrupe membuat perjalanan menjelajahi benua Eropa, Afrika, Asia, Amerika Utara dan Selatan. Sebagai "Romo Jenderal", adalah tugasnya untuk membimbing Ordo tersebut melawati perubahan-perubahan yang mengikuti Konsili Vatikan yang kedua Dia sangat memperhatikan pergerakan para Jesuit menuju pelayanan kaum miskin.

Hal ini mendampakkan para Jesuit, terutama di Amerika Latin, untuk bekerja secara praktis kepada kaum miskin. Walaupun dengan nyawa para Jesuit yang terancam kematian, seperti dalam peristiwa pembunuhan enam Imam Jesuit di El Salvador pada tahun 1989, para Jesuit tetap melanjutkan pelayanan mereka kepada kaum miskin dengan bimbingan Romo Pedro Arrupe.Atas perjuangan kemanusiaan Romo Pedro Arrupe dan para Jesuitnya, Majalah Times menerbitkan edisi khusus tentang mereka pada tanggal 23 April 1973 yang berjudul The Jesuits.

Kesederhanaan
 
Ketika mengunjungi sebuah Provinsi Jesuit di Amerika Latin, Romo Pedro Arrupe merayakan Ekaristi di daerah kumuh perkotaan, bagian termiskin dari daerah tersebut. Arrupe tergerak dengan kekhusyukan dan rasa hormat ketika umat-umat daerah tersebut merayakan Perjamuan Kudus. Tangannya gemetar ketika dia membagikan komuni dan melihat wajah umat-umat yang menyantap komuni tersebut mengalirkan air-mata. Setelah Ekaristi, salah satu dari umat mengajaknya mengunjungi rumahnya.

Rumah orang tersebut adalah sebuah gubuk reyot. Di dalam gubuk tersebut, Arrupe dipersilahkan duduk di sebuah kursi yang hampir rusak dan mengajaknya untuk menyaksikan matahari terbenam bersamanya. Setelah matahari terbenam, orang tersebut menjelaskan betapa bersyukurnya dia atas pelayanan-pelayanan yang diberikan Pedro Arrupe kepada komunitasnya.

Orang tersebut ingin membagikan satu-satunya hadiah yang dia miliki yaitu sebuah kesempatan untuk menyaksikan matahari terbenam. Pada saat itu Pedro Arrupe begitu terharu atas betapa indahnya kesederhanaan.[***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

 

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

LPDP Perkuat Ekosistem Karier Alumni, Gandeng Danantara dan Industri

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:04

RDPU dengan Komisi III DPR, Hotman Paris: Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan Janggal

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:02

Kenaikan PT Bikin Partai di DPR Bisa Berguguran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:39

KPK Panggil Ketua KPU Lamteng di Kasus Suap Bupati

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:38

DPR Jadwalkan Pemanggilan Dirut LPDP Sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:30

Great Institute: Ancaman Terbesar Israel Bukan Palestina, Tapi Netanyahu

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:22

KPK Panggil Edi Suharto Tersangka Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:06

IHSG Siang Ini Tergelincir, Nyaris Seluruh Sektor Merana

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:51

Rusia Pertimbangkan Kirim Bantuan BBM ke Kuba

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:29

Partai Buruh Bakal Layangkan Gugatan Jika PT Dinaikkan

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:27

Selengkapnya