Berita

Jaya Suprana

Mosul Merayakan Natal

SELASA, 26 DESEMBER 2017 | 14:11 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

UNTUK pertama kalinya selama beberapa tahun terakhir akibat angkara murka kekerasan yang dilakukan mereka yang disebut sebagai ISIS, masyarakat kota Mosul, Irak, dapat merayakan Natal.

Pemimpin Gereja Katolik Khaldea Irak, Louis Raphael Sako memimpin Misa Malam Natal di Katedral Santo Paulus, Minggu 24 Desember 2017.  

PERDAMAIAN


Dalam Misa Malam Natal, Pater Louis Raphael Sako menyerukan kepada puluhan jemaat yang hadir untuk mendoakan perwujudan perdamaian di Mosul dan di dunia.  Pater Louis Raphael Sako berharap warga Irak yang beragama Kristen akan bisa kembali ke rumah-rumah mereka. Katedral Santo Paulus merupakan satu-satunya gereja yang masih berfungsi di Mosul, dan bisa digunakan lagi berkat bantuan para relawan.

Katedral Santo Paulus yang pernah rusak akibat pernah menjadi serangan mereka yang disebut sebagai ISI menggunakan kain putih untuk menutupi jendela jendela yang rusak akibat bom. Pater Sako mensyukuri Natal di Mosul sebagai suatu keajaiban di mana umat Kristen dan umat Islam dapat bersatupadu membangun kembali Mosul.

BERSAUDARA

Sejumlah warga Muslim turut hadir dalam perayaan Natal di gereja, seperti Imam Khader yang menyatakan "Kami dari komunitas Muslim dan hari ini kami sama-sama merayakan kesempatan meriah ini bersama saudara-saudara Kristen di Provinsi Nineveh dan di kota Mosul. Kami berbagi kebahagiaan dengan mereka. Dan saya berharap saudara-saudara kami dari komunitas Kristen yang mengungsi ke luar dari Irak akan kembali ke Mosul karena kami semua bersaudara dan kami bersatu."

Harapan positif juga disuarakan oleh Hossam Qahwaji dari komunitas Kristen di Mosul. "Saya menyampaikan terima kasih kepada saudara-saudara Muslim dan Kristen, anak-anak muda yang membangun kembali gereja ini. Kami sebagai umat Kristiani akan membantu mereka membangun kembali masjid-masjid."  

KASIH SAYANG

Kebahagiaan hari raya Natal di Mosul merupakan bukti bahwa sebenarnya tidak ada masalah kerukunan antar umat beragama di planet bumi karena pada hakikatnya semua agama mengajarkan bukan kebencian namun kasih-sayang demi menjalin persaudaraan dan menghadirkan perdamaian dunia.

Hanya memang sangat disayangkan bahwa kerap kali pihak-pihak tertentu  terbawa pemahaman akibat kepentingan tertentu yang terungkap dalam sikap kecurigaan yang niscaya rawan meruncing menjadi kebencian yang bahkan senantiasa siap memicu perilaku kekerasan ragawi. Alangkah indahnya, kehidupan di planet bumi ini apabila setiap insan berupaya menghayati makna ajaran kasih-sayang demi bersatupadu dalam berupaya menghadirkan suasana persaudaran dan perdamaian di dunia ini.[***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan






Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya