Berita

Mahyudin/RMOL

Mahyudin Ingin Banyak Putra Kaltim Berkiprah Di Pentas Nasional

SENIN, 18 DESEMBER 2017 | 18:07 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menghadiri silaturahmi kebangsaan dan tabligh akbar Majelis Tabliqh Jamaah Islamiyah Kabupaten Kutai Timur, Minggu kemarin (17/12).

Dalam kesempatan itu, Mahyudin memotivasi warga Sangatta memiliki daya saing untuk masuk ke pentas politik nasional. Dia mengungkapkan, saat ini masih sedikit putra Kaltim yang berkiprah di pentas nasional, juga yang menduduki posisi strategis.

"Di Jakarta kita kekurangan kader dari Kaltim. Belum banyak orang dari Kaltim yang menduduki posisi-posisi strategis," ujarnya di Kantor Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta.


Mahyudin mengaku sedang merintis agar lebih banyak orang Kaltim berkiprah di pentas nasional.

"Sejak Reformasi, baru saya menjadi orang pertama yang menduduki lembaga tinggi negara," katanya.

Selain menjadi orang Kaltim pertama yang menjadi wakil ketua MPR, Mahyudin juga menjadi doktor pertama dari Sangatta. Belum lama ini, dirinya mendapat gelar doktor ilmu pemerintahan dari Universitas Satyagama, Jakarta.
"Mungkin saya yang pertama dari Sangatta yang meraih gelar doktor dengan predikat cum laude," ujar Mahyudin.

Karena itu, Mahyudin menolak banyak tawaran untuk menjadi gubernur Kaltim dalam Pilkada 2018 nanti. Dia tidak ingin ditarik kembali ke daerah.

"Saya ingin lebih berkiprah di nasional," ucapnya.

Mahyudin juga memotivasi masyarakat Kaltim untuk lebih berani bermimpi dan bercita-cita.

"Hidup itu harus berani bermimpi dan bercita-cita. Tapi harus ada ikhtiar dan usaha serta doa," katanya.

Lanjut Mahyudin, keberhasilan atau sukses seseorang merupakan takdir Allah. Tapi harus dengan usaha. Kalau tidak ada usaha tidak pernah berhasil.

"Semua keberhasilan diperoleh dengan perjuangan bukan semudah membalik tangan," tegas politisi Partai Golkar itu. [wah]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya