Berita

Romo Mudji/MPR

Romo Mudji: Kemajemukan Indonesia Merupakan Daya Hidup Bangsa

SELASA, 12 DESEMBER 2017 | 08:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Budayawan sekaligus rohaniawan Romo Mudji menerangkan bahwa keragaman suku, identitas budaya lokal, religi yang beraneka ragam di Indonesia merupakan sumber mata air dan daya hidup bangsa Indonesia.  

Indonesia secara kultural, kata dia, hanya akan terus ada dan eksis bila terus menenun keragamannya sebagai bangsa menjadi negara Republik Indonesia yang bersatu dan berdaulat seperti yang tertulis dalam muqadimah konstitusi 1945.

“Kemajemukan dan keikaan ketika diformat menjadi jalan politik.  Ini harus dipahami, politik sebenarnya sebagai usaha dan ikhtiar untuk membuat tata hidup bersama lebih berharkat dalam masyarakat dan pasti akan memuat etika sebagai acuan yang baik,” katanya pada sesi diskusi dalam acara Simposium Nasional MPR RI dengan tema ‘Mencari Kesamaan Visi Antar Pemeluk Agama Untuk Kebersatuan Indonesia, di gedung MPR, Senayan, Senin (11/12)


Romo menambahkan bangsa Indonesia pantas bersyukur karena para pendiri bangsa sudah memberikan dasar-dasarnya dalam proses dari bangsa majemuk ke negara kesatuan. Politik etis religiusnya jelas ada yakni di sila pertama dari lima sila Pancasila.

“Para pendiri bangsa sudah sangat bijaksana sekali mengelola. Disatu pihak kemajemukan dan dilain pihak harus ada keputusan yang melegakan kebenaran bersama dari kebenaran masing-masing yang beda kepentingan. Mereka bijaksana karena ‘inti kebenaran’ itu tidak bisa divoting. Alasannya antara lain, kebenaran utuh itu hanya satu yaitu Tuhan sebagai kebenaran ilahi.  Sedangkan kebenaran-kebenaran insani itu parsial, terbatas, relatif dan berlapis-lapis,” demikian Romo Mudji. [san]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya