Berita

Foto: Puspen TNI

Pertahanan

Jenderal Gatot: Marsekal Hadi Tjahjanto Sangat Tepat Jadi Panglima TNI Di Tahun Politik

SELASA, 05 DESEMBER 2017 | 18:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Joko Widodo mempersiapkan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk menghadapi tantangan berat tahun politik yang diwarnai Pilkada Serentak (2018), Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden (2019).

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, kepada wartawan usai menghadiri rapat Kabinet Persiapan Pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2017 pada Pemerintah Pusat di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12).

Gatot menekankan bahwa penunjukan Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden RI yang diatur UU. Secara pribadi pun ia menganggap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang masih menjabat Kepala Staf TNI AU (KSAU) sangat tepat untuk memegang jabatan tersebut.


"Regenerasi kader-kader kepemimpinan TNI sudah melalui tahapan yang matang dan dipersiapkan," tegas Gatot, dikutip dari berita Puspen TNI.

Soal "tahun politik" 2018 dan 2019, Gatot Nurmantyo menyebutnya berpotensi konflik sangat tinggi. Gambarannya adalah situasi Pilkada DKI Jakarta 2017 yang berlangsung sangat keras dengan tensi tinggi disertai pengerahan pasukan yang begitu banyak.

Menurut dia, Pilkada Jakarta dapat dijadikan acuan untuk memprediksi situasi keamanan pada Pilkada Serentak di 171 daerah, juga Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

"Dalam hal ini KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sangat tepat menjadi Panglima TNI pada tahun politik dan sudah sesuai dengan keinginan Presiden Jokowi," tambah Gatot. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya