Berita

Foto/Net

HNW: Rakyat Berhak Mengevaluasi Pemimpin Yang Dipilih

SABTU, 02 DESEMBER 2017 | 00:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dalam UUD NKRI Tahun 1945 kedaulatan rakyat ditempatkan pada posisi tertinggi untuk menentukan siapa pemimpin yang layak dipilih melalui pemilihan umum.

Dengan kedaulatan itu juga, rakyat bisa mengoreksi pemimpin yang tidak amanah dalam menjalankan kepemimpinan dengan tidak memilihnya lagi di Pemilu berikutnya.

Begitu dikatakan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada Forum Birokrat Masyarakat, forum yang menghimpun pengurus RT, RW, dan LMK di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, 1 Desember 2017.


HNW kembali menegaskan bahwa kedaulatan rakyat tidak sekadar untuk memilih pemimpin, namun juga dapat digunakan untuk melakukan judicial review bila ada undang-undang  (UU) yang tidak sejiwa dengan UUD 1945.

"Dengan melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK), banyak judicial review yang dilakukan oleh rakyat menang," ujar NHW.

Lebih lanjut NHW juga menjelasakan, tujuan dari Sosialisasi Empat Pilar MPR ini agar masyarakat memahami UUD secara utuh dan melaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di samping itu, sosialisasi yang terus dilakukan MPR agar masyarakat lebih dalam lagi mengenal Indonesia. Dengan begitu, kata NHW masyarakat akan lebih cinta kepada Indonesia. [nes]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya