Berita

Lalu Mara Satriawangsa/Net

Politik

Lalu Mara: Semestinya Kita Malu Sama PDIP

JUMAT, 01 DESEMBER 2017 | 14:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Politisi Partai Golkar Lalu Mara Satriawangsa mengatakan pertemuan pengurus DPP Partai Golkar atau DPD I Partai Golkar yang mendatangi Presiden Joko Widodo terlalu vilgar.

"Urusan internal kok dibawa-bawa ke Presiden," ujar mantan Wasekjen DPP Partai Golkar ini kepada redaksi, Jumat (1/12).

Menurutnya, bahwa Ketua DPP Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta izin atau restu kepada Presiden sebagai atasannya, itu memang harus dan wajib.


Jelas Lalu Mara, yang tidak etis adalah menarik atau membawa-bawa Presiden, mengingat Jokowi adalah kader PDIP.

"Kesannya ingin merebut Pak Jokowi dari PDIP. Semestinya kita malu juga sama PDIP. Jangan sampai kita disebut pelakor alias perebut laki orang," ungkapnya.

Harusnya, lanjut Lalu Mara, segenap pengurus menghormarti keputusan Rapat Pleno Partai Golkar yang ditindaklanjuti dengan kesepakatan dengan Dewan Pembina DPP Partai Golkar.

"Munaslub memang diatur dalam AD/ART. Ikutin saja tata caranya. Tapi tidak dengan menarik Presiden dan Wapres masuk untuk menyelesaikan masalah internal. Karena mekanisme penyelesaian masalah kan sudah diatur dalam AD/ART," imbuhnya.

Lalu Mara menambahkan, sebenarnya apa pun keputusan praperadilan Setya Novanto, kalau 2/3 DPD I meminta Munaslub, Munaslub pasti terlaksana.

"Pak Novanto menang pun, kalau 2/3 DPD I meminta secara resmi, maka DPP wajib melaksanakan Munaslub," pungkasnya. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya