Berita

Dunia

KBRI Oslo Fasilitasi Pertemuan Bisnis Pemprov Papua Dengan Perusahaan Norwegia

MINGGU, 15 OKTOBER 2017 | 07:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Delegasi Pemerintah Provinsi Papua yang dipimpin oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan SDA, Noak Kapisa, telah mengadakan pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan Norwegia yang bertempat di KBRI Oslo pada tanggal 12 Oktober 2017 dalam rangka mendukung percepatan pembangunan di tanah Cenderawasih.

Pada kesempatan tersebut, delegasi Pemprov Papua yang terdiri dari pejabat-pejabat Bapeda, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Lingkungan Hidup dan SDA, serta Balitbang Pemprov Papua, melakukan pertemuan dengan CEO perusahaan Aqua Optima AS sebagai penyedia teknologi perikanan budidaya, dan Aqua Future yang terkenal di bidang kesehatan (vaksinasi) ikan.

Pertemuan kali ini ditujukan untuk meningkatkan kerja sama perikanan budidaya (aquaculture) yang saat ini telah terjalin antara Aqua Optima AS dengan Kabupaten Yapen yang diharapkan mulai berproduksi awal tahun 2018, dan dengan Kabupaten Jayapura yang saat ini dalam tahap pembangunan.


"Dari pertemuan ini, Aqua Optima AS dan Pemprov Papua kiranya dapat membahas peluang dan potensi guna memperluas kerja sama serupa dengan kabupaten-kabupaten pantai lainnya di Provinsi Papua, bahkan di wilayah pedalaman Papua yang memiliki danau untuk pengembangan perikanan budidaya air tawar," papar Duta Besar untuk Norwegia, Yuwono A. Putranto dalam kesempatan membuka pertemuan bisnis tersebut.

Masih di tempat yang sama, delegasi melanjutkan pertemuan dengan CEO perusahaan KF Kaldera, Geofrost dan Multiconsult, yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur seperti pembuatan terowongan (tunnel) modern, dan menjajaki peluang kerja sama pembangunan tunnel tersebut di Papua yang sangat bermanfaat untuk jalan, irigasi dan waduk penampungan air (water dam), serta mendukung pembangunan sarana pembangkit listrik tenaga air (hydro power plant) yang ramah lingkungan.

"Teknologi tinggi yang dimiliki Norwegia sangat applicable untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua, khususnya jalan raya, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah, baik pusat maupun daerah," ucap Dubes Yuwono.

Oleh sebab itu, Dubes Yuwono kembali menekankan agar semua pihak kiranya dapat meng-cultivate pertemuan kali ini untuk menghasilkan kerja sama yang konkrit bagi pembangunan di Provinisi Papua.

Tanpa membuang waktu, pertemuan selanjutnya dilakukan dengan Norwegian Agency for Development Cooperation (NORAD) guna bertukar pandangan mengenai perencanaan pembangunan, khususnya di Provinsi Papua. Dalam kesempatan ini, NORAD mengapresiasi perkembangan kerja sama REDD+ Indonesia-Norwegia untuk pengurangan emisi karbon, deforestasi dan degradasi hutan.

Noak Kapisa menekankan bahwa program-program yang dicanangkan NORAD kiranya perlu pula memasukan elemen pemberdayaan komunitas adat atau ulayat.

"Perlu koodinasi yang lebih baik antara NGO dan lembaga asing, seperti badan-badan PBB dengan Pemprov Papua dalam rangka pelestarian hutan dan peningkatan ekonomi rakyat, seperti pengembangan hasil hutan bukan kayu, misalnya madu, pemberdayaan hutan produksi dan peningkatan produktivitas pertanian masyarakat, antara lain kopi dan coklat," tambah Noak.

Anggota delegasi juga sempat menyinggung mengenai dukungan pemerintah Norwegia (c.q Kementerian Iklim dan Lingkungan Hidup) untuk pembangunan komunitas lokal, seperti skema ‘tenure rights of local-communities’, yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan masyarakat lokal/adat di Prov Papua, khususnya yang masih berada di ‘remote area’.

NORAD menyambut positif ide tersebut dan mengundang Pemprov Papua sekiranya ingin menyampaikan proposal usulan kerja sama dengan Pemerintah Norwegia melalui NORAD.

Seluruh agenda kunjungan kerja delegasi Pemprov Papua, yang dilakukan secara marathon sejak tanggal 11-14 Oktober 2017 ini diakhiri pertemuan dengan AKER Solutions yang membahas mengenai alternatif solusi penyediaan energi di Provinsi Papua, yang sekaligus dapat mengurangi emisi karbon melalui pengembangan kombinasi teknologi sumber-sumber energi listrik yang ada saat ini, baik solar panel, batu bara dan angin dengan teknologi Carbon Capture Utilization Storage (CCUS) yang dimilikinya.

Teknologi ini disamping mengurangi emisi karbon, sekaligus dapat menghasilkan methanol sebagai sumber energi yang dapat disimpan dan digunakan pada generator listrik secara ‘mobile’ guna memenuhi kebutuhan listrik di wilayah terpencil (remote area).

"Teknologi CCUS juga dapat digunakan untuk meningkatkan produksi kilang-kilang minyak tua yang sudah menurun produksinya seperti yang banyak terdapat di wilayah Sorong dan sekitarnya. Methanol yang dihasilkan juga dapat digunakan sebagai bahan bakar kapal-kapal sebagai alat transportasi maupun penangkap ikan," terang CEO AKER Solutions, Oscar Graff.

Di sela-sela kunjungan, Duta Besar RI mengundang delegasi untuk beramah-tamah dengan keluarga KBRI Oslo dan menikmati hidangan khas Indonesia di Wisma Duta Besar RI Oslo. Dalam kesempatan ini, Dubes Yuwono mengharapkan bahwa sekiranya delegasi sekembalinya di Jayapura dapat menindaklanjuti semua hasil pertemuan dengan berkoordinasi bersama pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki potensi untuk dikerjasamakan dengan perusahaan-perusahaan Norwegia tersebut.[wid]


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya