Berita

Foto/Net

Politik

Di Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Deklarasi Lawan Radikalisme

JUMAT, 13 OKTOBER 2017 | 06:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa di seluruh Indonesia akan menggelar Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme. Aksi ini akan digelar tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober mendatang.

Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Maruarar Siahaan menjelaskan bahwa acara akan digelar dalam bentuk kuliah akbar dan orasi kebangsaan. Termasuk, pembacaan deklarasi perguruan tinggi melawan radikalisme.

"Rencananya akan dilakukan di 350 kabupaten/kota pada 34 propinsi dengan melibatkan 4,5 juta peserta, terdiri dari pimpinan perguruan tinggi dan civitas akademika baik mahasiswa, dosen, serta staf di perguruan tinggi," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/10).


Di Jakarta, aksi ini akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Diperkirakan peserta aksi akan mencapai 150 ribu orang yang terdiri dari mahasiswa, dosen, civitas akademik yang setia kepada Pancasila dan menolak paham radikalisme di kampus.

Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Tommy Nugroho Tanumihardja menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar tepat dengan Hari Sumpah Pemuda ini diharapkan bisa menjadi spirit bagi kalangan pemuda mahasiswa di perguruan tinggi untuk merevitalisasi kembali nilai-nilai dan semangat Sumpah Pemuda.

"Sehingga dapat kembali diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai modal bersama mewujudkan Indonesia yang aman, adil, makmur dan sejahtera," jelasnya.

Pertemuan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia pernah digelar pada tanggal 25 hingga 26 September 2016 di Bali. Pertemuan ini diikuti lebih dari 3.000 pimpinan perguruan tinggi dan ditutup oleh Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan ini, sejumlah rekomendasi dan program tindak lanjut ditelurkan. Di antaranya kesepakatan untuk menggelar aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2017 nanti. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya