Berita

Ahmad Sahroni/Net

Politik

Upaya Mabes Polri Evaluasi Penggunaan Senjata Didukung DPR

KAMIS, 12 OKTOBER 2017 | 14:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komisi III DPR sebagai mitra kerja dari Polri mendukung langkah dari Mabes Polri untuk melakukan evaluasi penggunaan senjata api oleh anggotanya. Terlebih ada dua insiden penyalahgunaan senjata, yakni di Blora dan Banyuasin, yang mereenggut nyawa polisi sebagai korban.

"Alangkah baiknya memang harus ada evaluasi itu (penggunaan senjata api) agar kasus seperti ini tidak terulang kembali," ujar anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10).

Politikus Nasdem ini menyarankan agara dalam evaluasi tersebut, Polri turut memasukan seleksi uji test psikologi serta mental bagi anggota polisi yang akan mendapatkan senjata api. Seleksi ini harus berlaku bagi setiap kesatuan yang ada di tubuh Mabes Polri.


"Ujian seperti itu harus dilakukan agar mengetahui sekaligus mengukur sejauh mana anggotanya memahami penggunaan senjata api," terang Sahroni.

Evaluasi penggunaan senjata api di kalangan anggota polisi akan digelar Mabes Polri di seluruh Indonesia. Hal itu menyusul terjadinya insiden penembakan tiga anggota Brimob Blora, Jawa Tengah, Selasa (10/10).

"Setiap ada kejadian pasti kami evaluasi," kata Kabiro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Rikwanto di kampus Universitas Islam Negari Raden Fatah, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (11/10).

Tiga anggota Brimob yang menjadi korban dalam penembakan di lokasi penambangan di Blora itu adalah Brigadir Budi Wibowo, 30 tahun, Brigadir Ahmad Supriyanto (35) dan Brigadir Kepala Bambang Tejo (36). Di lokasi penembakan ditemukan senjata api tipe AK101 didekat Brigadir Kepala Bambang Tejo.

Pada Senin (9/10 ), Brigadir Dua Azan Fikri ditemukan tewas di dalam mobilnya di Tunggal Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin. Terdapat luka tembak di bagian kepala anggota Kepolisian Resor Musi Banyuasin tersebut dan tangan kanannya masih memegang pistol. Diduga Azan Fikri bunuh diri dengan cara menembakan senjata ke kepalanya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya