Berita

OSO: Indonesia Dalam Ancaman Penjajahan Modern

RABU, 11 OKTOBER 2017 | 11:09 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ancaman intervensi asing menjadi salah satu alasan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI gencar mensosialisasikan Empat Pilar.

Begitu jelas Wakil Ketua MPR Oesman Sapta di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/10).

OSO, begitu ia disapa menjelaskan bahwa intervensi asing itu dilakukan untuk merebut kekayaan alam Indonesia.


"Mereka melakukan intervensi dengan tak bermartabat," tegasnya.

Bangsa asing mempengaruhi pejabat di Indonesia dengan tujuan ingin melakukan penjajahan modern.

"Intervensi dilakukan agar kita menjual kekayaan alam pada bangsa lain," sambung Ketua DPD RI itu.

OSO memberi contoh penjajahan modern itu. Salah satunya, tekanan mengekspor bahan mentah ke luar negeri, selanjutnya bahan mentah itu diolah menjadi bahan jadi, kemudian bahan jadi itu dijual kembali ke Indonesia dengan harga berlipat.

Hal demikian, menurut Oesman Sapta, tak akan lagi dilakukan oleh pemerintah saat ini. Pemerintah pun sekarang membangun infrastruktur di berbagai daerah agar akses distribusi barang semakin mudah.

"Pemerintah sekarang ingin memproduksi sendiri, sisanya baru dijual ke asing," tegasnya.

Intervensi dari asing juga dilakukan lewat narkoba. Intervensi yang menyasar anak-anak muda ini bertujuan agar penerus bangsa menjadi bodoh dan tak berguna.

"Untung kita punya Empat Pilar. Empat Pilar sebagai pelindung bangsa," tutup OSO. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya