Berita

Bambang Soesatyo/Net

Hukum

Densus Tipikor Polri Kekuatan Tambahan Perangi Korupsi

RABU, 11 OKTOBER 2017 | 05:20 WIB | LAPORAN:

Dalam waktu dekat, Polri bakal membentuk Densus Tipikor. Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo tak sabar menunggu kehadiran lembaga tersebut. Baginya, pembentukan Densus Tipikor sangat penting di tengah tak cukup kuatnya KPK dalam membendung korupsi di negeri ini.

"Kehadiran Densus Tipikor Mabes Polri harus dilihat sebagai tambahan kekuatan bagi negara memerangi korupsi,” ucap Presidium Nasional KAHMI ini, Selasa (10/10).

Tanpa mengurangi apresiasi atas kinerja KPK, ucapnya, harus diakui bahwa perang melawan korupsi belum menunjukkan progres signifikan. Terhitung sejak berlakunya UU Nomor 30/2002, berarti sudah 15 tahun KPK melawan perilaku korup.


Sayangnya, waktu yang panjang itu tidak memberi efek jera. Akhir-akhir ini, tindakan korupsi justru semakin marak. Buktinya, semakin banyak pejabat yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

"Kinerja KPK itu patut diapresiasi. Tapi, rangkaian OTT berarti juga merefleksikan kegagalan negara memerangi korupsi dalam 15 tahun terakhir. Tidak ada rasa jera bagi para koruptor. Juga tidak ada rasa takut bagi oknum birokrat untuk mencari peluang melakukan korupsi,” tutur Bambang.

Menurut politisi Golkar ini, awalnya publik senang dan mengapresiasi OTT terhadap para pejabat korup. Namun, jika terus-terusan hanya OTT, tanpa ada upaya pencehan yang lebih baik, publik akan kecewa. Sebab, yang paling penting adalah memberantas korupsi dengan memberi efek jera dan menumbuhkan tunas-tunas budaya anti-korupsi di tubuh birokrasi negara dan daerah.

Kata Bambang, generasi muda pegawai negeri di tingkat pusat maupun daerah belum menghayati budaya antikorupsi. Untuk itu, pembaruan strategi perang melawan korupsi menjadi opsi yang tak terhindarkan. Pembaruan strategi itu tidak cukup dengan merevisi UU 30/2002 tentang KPK. Juga tidak cukup dengan menambah beberapa instrumen penguatan KPK.

"Perang melawan korupsi harus diperkuat dengan menambahkan ‘alat pemukul’ baru,” terangnya.

Densus Tipikor, kata Bambang, tepat dianggap sebagai ‘alat pukul’ baru. Agar efektif memberantas korupsi, tindakan Densus ini sebaiknya tidak hanya fokus pada penindakan, melainkan punya strategi pencegahan yang paten.

"Harus ada perhatian lebih pada aspek pencegahan agar perang melawan korupsi tidak jalan di tempat seperti sekarang. Karena itu, kehadiran ‘alat pemukul’ baru itu harus dikelola sedemikian rupa agar bisa menumbuhkan efek gentar yang kuat. Densus harus mampu, karena jelajah daya intainya yang demikian luas. Semua unsur dalam birokrasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa, yang mengelola anggaran negara harus merasa bahwa mereka mendapatkan pengawasan, baik dari dalam satuan kerjanya maupun pengawasan eksternal,” tandasnya. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya