Berita

Ilustrasi/RM

Hukum

KPK, Jangan Takut dan Ragu Tangkap Politisi Korup

RABU, 11 OKTOBER 2017 | 04:23 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan takut dan ragu membersihkan para pemain tindak pidana korupsi yang berlindung di balik partai politik (parpol).

Sekretaris The Future Institute, Abdullah Amas menyampaikan, lembaga antirasuah harus didukung menangkap politisi dari partai apapun yang melakukan gratifikasi dan korupsi.

"Kita mendukung KPK menangkapi para politisi yang terlibat korupsi. Jangan takut dan tak usah ragu. Terkait pernyataan dari politisi Golkar bahwa KPK tengah berpolitik karena yang ditangkap kebanyakan politisi Golkar, kami tidak melihat itu,” tutur Abdullah Amas kepada redaksi, Rabu(11/10).


Sejauh ini, lanjut dia, KPK masih on the track  dalam pemberantasan korupsi. Justru, lanjut dia, para politisi yang bercokol dan berlindung di parpollah yang hendak mengebiri dan melumpuhkan KPK dengan berbagai dalil.

"Misal, yang memotori hak angket dan paling keras kan Fahri Hamzah, justru kalau KPK mau bermain politik harusnya yang dibidik partai asal Fahri, PKS, tapi ini kan enggak,” ujar Abdullah Amas.

Dia mengingatkan, agar evaluasi secara radikal dan keras terhadap KPK tetap harus dilakukan, tapi tidak perlu sampai pembubaran dan juga tak melupakan prestasi KPK akhir-akhir ini yang semakin membaik dengan ditangkapnya koruptor-koruptor.

"Bukankah membaiknya prestasi KPK ini yang diharapkan kita semua, saya tidak melihat KPK bermain politik atau hendak 'meledek' partai tertentu, tapi murni semangat memperbaiki diri untuk semakin agressif memberantas korupsi dan menyelamatkan uang rakyat,” demikian Amas. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya