Berita

Bisnis

Menko PMK: Europalia Jadi Peluang Kerjasama Ekonomi

SELASA, 10 OKTOBER 2017 | 16:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani hadir di Brussel, Belgia, untuk membuka acara Festival Seni Budaya Europalia.

Sebelum acara resmi dibuka pada hari ini (Selasa, 10/10), Jusuf Kalla dan Puan Maharani terlebih dahulu bertemu dengan Wakil Presiden Uni Eropa Andrus Ansip pada Senin kemarin waktu setempat (9/10). Mereka membahas potensi kerja sama antara Eropa dengan Indonesia.

 Menurut Puan, pertemuan yang berlangsung selama satu jam tersebut berjalan responsif dan menjadi peluang untuk Indonesia dalam kerjasama di bidang ekonomi.


"Melalui acara Festival Seni Budaya Europalia ini, Indonesia akan mengembangkan peluang kerjasama yang lebih besar," kata Puan.

Festival Seni Budaya Europalia yang melibatkan 316 seniman itu menampilkan pameran barang seni, benda bersejarah, beberapa destinasi wisata, sastra, pemutaran film, performa seni, hingga pertemuan bisnis dengan para pengusaha. Acara digelar selama empat bulan dari Oktober 2017 hingga Januari 2018.

Rangkaian kegiatan Festival Seni Budaya Europalia akan diselenggarakan di 7 negara di Eropa yaitu Belgia, Inggris, Perancis, Polandia, Jerman, Belanda dan Austria.

Sebelumnya, Puan menjelaskan alasan Indonesia bersedia menjadi penyelenggara festival seni budaya internasional dua tahunan itu karena reputasi dan daya tariknya yang kuat. Untuk perhelatan ini, pemerintah Indonesia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 160 miliar.

"Ajang tersebut dapat dijadikan promosi pariwisata dan menarik banyak turis mancanegara untuk berkunjung dan menikmati keindahan Indonesia," kata Puan.

Festival Seni Budaya Europalia juga dapat dimanfaatkan Indonesia untuk melakukan national branding dengan memperkenalkan simbol maupun identitas negara.

"Dengan adanya Festival Seni Budaya Europalia tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kekayaan seni dan budayanya, agar semakin dikenal oleh dunia internasional khususnya masyarakat Eropa," demikian Puan. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya