Berita

Hukum

Niat Aditya Membebaskan Ibunda Berujung Menjadi Tersangka KPK

SABTU, 07 OKTOBER 2017 | 21:34 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Anggota Komisi XI DPR Aditya Anugrah Moha mengambil langkah suap untuk menyelamatkan eks Bolaang Mongondow Utara Marlina Moha Siahaan dari vonis lima tahun penjara.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif menjelaskan Aditya selaku pihak keluarga melakukan pendekatan kepada Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sulawesi Utara, Sudiwardono.

Pendekatan dilakukan untuk membebaskan Marlina dari vonis hukuman lima tahun penjara dari Pengadilan Negeri Manado dengan No register 49/Pid.sus-TPK/2016/PN.


Marlina yang merupakan ibunda Aditya itu terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAD) Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2010 sebesar Rp 1,25 miliar.

"Nilai fee awal 100 ribu dolar Singapura untuk mempengaruhi putusan di tingkat banding dan meminta agar ibunya tidak ditahan selama proses persidangan berjalan," Ujar Syarif.

Atas perbuatannya, KPK telah menetapkan Sudiwardono sebagai tersangka penerima suap dan Aditya sebagai tersangka pemberi suap. Keduanya merupakan pihak yang diciduk dalam Operasi Tangkap Tangan KPK di Jakarta pada Jumat kemarin.

Sudiwardono disangkakan ‎melanggar Pasal 12 huruf c, atau Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Aditya Moha disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 ‎tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. [nes]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya