Berita

Politik

Indonesia Siap Kerja Sama Bidang Iptek Dengan Negara Anggota OKI 

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 20:24 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Dalam riset pengembangan teknologi komunikasi, konstruksi, energi, pertanian dan kelautan, Indonesia sudah cukup maju dan bisa menjadi konstribusi Indonesia dalam kerangka kerja sama iptek antara negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat mendampingi Wapres Jusuf Kalla untuk menghadiri konferensi OKI tentang Pengembangan Iptek di Astana, Kazakhstan, Sabtu siang waktu setempat (9/9).

“Kita menyambut baik agenda kerja sama iptek di antara anggota OKI ini. Yang segera bisa kita lakukan adalah kerja sama bidang pendidikan, pelatihan, dan riset," kata Puan.


Puan menambahkan Konferensi Iptek negara-negara OKI ini bermaksud menyusun strategi dan agenda bersama untuk mengurangi kesenjangan kemajuan Iptek antara negara negara OKI dengan negara maju. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI sendiri bertujuan untuk memetakan strategi negara-negara Islam di bidang sains dan teknologi dalam 10 tahun ke depan untuk mempersempit kesenjangan sains dan teknologi antar umat Islam dengan negara maju.

Rangkaian KTT telah dimulai sejak tanggal 8 September 2017, melalui pembahasan pejabat tinggi masing-masing negara. Acara utama akan diselenggarakan pada 10-11 September 2017. Indonesia dalam KTT ini juga akan menyampaikan pandangan-pandangannya tentang sains, teknologi dan pembangunan manusia.

Turut dalam kunjungan kerja ini,  selain Menko PMK adalah Menteri Riset Dikti, M Nasir dan sejumlah rektor dari UI,  ITB,  Unhas, dan ITERA serta Komarudin Hidayat dan Azyumardi Azra.
 
Sementara kegiatan Menko PMK lainnya di hari ini adalah turut mendampingi Wapres Jusuf Kalla bertemu dengan PM Kazakhstan, Bakytzhan Sagintayev, untuk membahas penguatan kerjasama bilateral Indonesia-Kazakhstan. [ysa]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

UPDATE

Pemerintah Harus Beri Pendampingan Anak Korban Aksi Main Hakim Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 22:15

Polisi Dalami Kematian Sumitro, Diduga Orang Dekat Febrie

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:57

Cerita Manis UMKM dari Sumenep, Dua Dekade Perjuangan dan Berkembang Berkat KUR BRI

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:47

Telkom Gelar Workshop PQC Formulasikan Keamanan Siber Masa Depan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:44

Ketua Baznas Paparkan Strategi Besar Transformasi Zakat Nasional

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:23

Gempa M 7,1 Lumpuhkan Infrastruktur dan Industri Jepang, Pemadaman Listrik Terjadi

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17

Pelatihan Militer untuk Sipil Perlu Dihentikan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:08

DPR dan Kemendagri Sepakat Penyaluran Bansos Pakai NIK

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:56

Tio Aliansyah Dilarang Tangani Perkara selama 1,5 Bulan Buntut Kasus Helikopter

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:53

Jangan Sampai OAP Hanya jadi Penonton di Tanah Ulayatnya Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:36

Selengkapnya