Berita

Foto/Net

Olahraga

SEA Games 2017

Silat & Taekwondo Sabet Emas Kedua

Beladiri
RABU, 30 AGUSTUS 2017 | 09:36 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dari cabang olahraga beladiri Indonesia sukses menambah perolehan emas dari Pencak Silat dan Taekwondo.

Kemenangan Wewey Wita menambah raihan medali emas kedua bagi cabang pencak silat Indonesia.

Dalam final yang dipadati penonton di Stadium Juara di Kuala Lumpur itu, Wewey menyudahi perlawanan atlet Vietnam Tran Thi Them dengan skor 4-l, di nomor tanding kelas B, di Kuala Lumpur, kemarin. "Saya sangat terharu dengan kemenangan ini, saya juga bangga dan bahagia," kata Wewey.


Pesilat putri Indonesia itu mengungkapkan, sebelum ke SEAGames ini dirinya sudah berusaha keras untuk bisa menurunkan berat badan. "Ini nomor pertama saya, saya harus pindah kelas untuk bisa ikut tanding di sini," ujarnya.

Manajer cabang pencak silat Indonesia Edhy Prabowo menilai, keberhasilan Wewey bisa memacu atlet silat Indonesia lainnya untuk lebih semangat merebut medali emas.

Di sisi lain, kata dia, kemenangan itu juga menjadi evaluasi bagi atlet untuk lebih bekerja keras lagi kedepannya.

"Kematangan dan kemandirian atlet serta strategi agar lebih ditingkatkan lagi," ujarnya. Edhy yang juga Ketua Harian PB IPSI  bilang, ajang SEAGames ini menjadi try out bagi para atlet untuk menuju ajang yang lebih besar lagi yaitu Asian Games.

"Ini baru setengah jalan menuju Asian Games, ucapnya. Sejauh ini pencak silat telah mengoleksi dua medali emas dari nomor regu putra dan kelas B putri."

Tekwondoin asal Riau, Ibrahim Zarman juga tak mau keting­galan mengaharumkan nama Indonesia di SEAGames 2017.

Ibrahim berhasil menjadi yang terbaik pada nomor kyorugi putra 63 kg, dan berhak membawa pulang medali emas. Dia men­galahkan taekwondoin asal Vietnam, Nguyen Van Duy. Sementara medali perunggu direbut atlet Malaysia, James Tee Chong Sheng. Medali emas yang dipersembahkan Ibrahim menjadi yang ke-37 untuk kontingen Indonesia, atau yang kedua Indonesia dari cabang taekwondo. ***

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya