Berita

Foto: Semen Gresik

Blitz

Program Unggulan CSR Semen Gresik Fokus Berdayakan Masyarakat

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 09:42 WIB | LAPORAN:

PT Semen Gresik, selaku salah satu operating company PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, resmi meluncurkan program tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) unggulan 2017 untuk memberdayakan dan mendorong kemandirian masyarakat di sekitar perusahaan.

Kontribusi CSR Semen Gresik yang senantiasa meningkat setiap tahun, yaitu Rp 22 miliar pada 2014, Rp 24 miliar pada 2015, dan Rp 25 miliar pada 2016, menunjukkan posisi strategis community development dalam memastikan keberhasilan bisnis Semen Gresik yang tetap berpadu dengan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Menurut Direktur Utama Semen Gresik Gatot Kustyadji, komitmen untuk terus meningkatkan program pengembangan masyarakat tidak dapat ditawar-tawar lagi.


Sebagai perusahaan yang lahir, tumbuh, dan berkembang di tengah masyarakat Tuban, perusahaan berharap untuk dapat terlibat penuh dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Hal ini merupakan ikhtiar perusahaan sebagai bagian dari agen pembangunan bangsa yang unggul atau good corporate citizenship," katanya.

Hadir saat peluncuran jajaran direksi Semen Gresik, Bupati Tuban KH Fathul Huda, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Tuban, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tuban, dan ratusan warga di sekitar perusahaan.

Gatot menjelaskan, program Unggulan CSR Semen Gresik tahun 2017 terfokus pada bidang pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (community development), yaitu upaya perusahaan mendorong kemandirian dan peningkatakan kapabilitas ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat di sekitar perusahaan.

Gatot juga menyampaikan lima program CSR Unggulan PT Semen Gresik Tahun 2017. Pertama, Semen Gresik kembali menyerahkan bantuan kepada Forum Masyarakat Kokoh (FMK) senilai Rp 7,25 miliar di 26 desa dan 3 kecamatan dengan fokus pada program-program pemberdayaan masyarakat dan mendorong kemitraan serta keterlibatan bersama segenap pemangku kepentingan.

Kedua, sebagai bentuk partisipasi dalam memperingati Hari Raya Idul Adha 1438 H, Semen Gresik menyalurkan 34 ekor sapi kurban kepada masyarakat di seluruh Kabupaten Tuban. Bantuan tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Tuban, DRPD Tuban, Masjid Agung Tuban, 26 desa sekitar perusahaan, Panitia Idul Kurban Semen Gresik, dan lembaga-lembaga lainnya senilai total Rp 903.500.000.

Ketiga, dalam upaya mendukung program pengentasan kemiskinan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Tuban, Semen Gresik berkomitmen untuk melaksanakan Program Bedah Rumah Tak Layak Huni sebanyak 40 rumah senilai total Rp 1,8 miliar. Bantuan bedah rumah diperuntukkan bagi masyarakat pra sejahtera di area pengembangan perusahaan maupun di seluruh area Kabupaten Tuban.

Keempat, bantuan pendampingan petani green belt. Sejak 2004, perusahaan telah membangun kerja sama erat dengan salah satu mitra strategis perusahaan yaitu para petani pengelola sabuk hijau area tambang atau yang disebut petani green belt. Hingga tahun 2017, total petani green belt yang mengelola lahan perusahaan sebanyak 328 orang dan terbagi dalam 20 kelompok petani dari desa-desa terdekat.

Kelima, bantuan semen secara simbolis sebanyak 4.740 sak atau senilai Rp 237 juta untuk pembangunan gedung sekolah, sarana pendidikan Al-Quran, masjid dan musala, gereja dan fasilitas publik lainnya.

"Hari ini kami juga menyerahkan dana Lazis (Lembaga Amil, Zakat, Infak dan Sedekah) karyawan Semen Gresik senilai Rp 1,3 miliar kepada Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tuban," sambung Gatot.

Bupati Tuban KH Fathul Huda menyampaikan bahwa kehadiran industri di satu daerah paling tidak memberikan tiga manfaat.  Pertama, multiplier effect, lalu penyerapan tenaga kerja, dan CSR.

Anggaran CSR senilai Rp 25 miliar dari Semen Gresik harus dimanfaatkan dengan efisien, efektif dan tepat sasaran. Karena itu program CSR perusahaan sebaiknya sinergis dengan program-program Pemkab Tuban.

"Perlu juga evaluasi secara berkala untuk mengukur efektivitasnya," tambah dia.[wid] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya