Berita

Ilustrasi/Net

Olahraga

Mau Diaudit, GOR Basket Medan Berpeluang Dilanjutkan

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 06:58 WIB | LAPORAN:

Setelah sempat dihentikan, pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Basket di Jalan Pancing Kota Medan berpeluang dilanjutkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Sinyal positif itu mencuat menyusul akan dilakukannya audit dalam waktu dekat oleh Inspektorat Kemenpora terhadap pembangunan GOR tersebut.

Kepastian bakal dilakukannya audit terhadap GOR tersebut disampaikan Inspektur Inspektorat Kemenpora, R Purwoko Prihtjahjono.


Diketahui, pembangunan GOR Basket di Jalan Pancing Medan, Sumatera Utara yang telah dilaksanakan sejak Oktober 2016, merupakan tindaklanjut dari usulan daerah kepada Kemenpora. Sesuai kontrak, kontraktor yang melaksanakan pengerjaan proyek senilai Rp 2,3 miliar ini diberi batas waktu sampai 30 Desember 2016 untuk merampungkan bangunan. Namun sampai dengan batas waktu yang telah ditetapkan, pihak kontraktor tidak bisa memenuhi target waktu.

Kemenpora telah menyampaikan teguran kepada pihak kontraktor terkait tidak tercapainya target waktu pembangunan GOR. Belakangan pihak kontraktor meminta adendum atau perpanjangan kontrak. Permintaan tersebut diterima oleh Kemenpora namun dengan syarat pihak kontraktor harus menyerahkan garansi bank.

Sampai dengan batas waktu yang disepakati pihak kontraktor tidak dapat memenuhi persyaratan untuk menyerahkan bank garansi. Alhasil, Kemenpora akhirnya memutuskan menghentikan pembangunan GOR. Padahal proses pembangunan telah mencapai 90 persen. Perkembangan terakhir, Kemenpora menjanjikan akan memasukkan proyek pembangunan GOR Basket di Jalan Pancing Medan ke dalam APBN-P (perubahan).

Purwoko mengemukakan, audit yang akan dilakukan terhadap proyek pembangunan GOR Basket di Jalan Pancing Medan karena ada permintaan dari internal.

"Karena memang begitu mekanismenya kalau sudah lewat waktu. Perlu klarifikasi dari Inspektorat mengenai sejauh mana proses yang dilakuan di lapangan. Untuk memastikan itu saja," kata Purwoko di halaman Kemenpora Jakarta, beberapa hari lalu.

"Audit akan dilakukan dalam waktu dekat. Mungkin paling lambat dua minggu lagi sekitar akhir Agustus," imbuhnya.

Dijelaskan, mekanisme audit akan dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang ada dari unit terkait.

"Kita pelajari. Jadi nanti setelah kita pelajari, kita dalami kemudian kita cek di lapangan. Karena itu Inspektorat akan menerjunkan tim audit ke Medan," bebernya.

Saat ditanyakan apakah masih memungkinkan untuk memasukkan proyek GOR ke dalam APBN-P sebagaimana yang pernah dijanjikan Kemenpora.

"Kalau penganggarannya kita belum tahu. Kita belum cek juga nih salah satu apakah anggarannya itu sudah ada atau belum. Kalau sesuai ketentuan Kementerian Keuangan mengenai revisi anggaran memang diperlukan audit atau verifikasi dari Inspektorat," tutur Purwoko.

"Tergantung nilainya. Kalau nilainya di atas Rp 2 miliar, verifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tetapi kalau di bawah Rp 2 miliar cukup dari Inspektorat."

Ditekankan, audit dilakukan untuk memastikan nilai yang sudah ada. Melalui proses audit Inspektorat akan menilai item-item yang masih kurang.


"Paling seminggu-duaminggu. Mudah-mudahan lengkap data yang telah dijanjikan kontraktor dari rekanan. Seluruh item pekerjaan kita cek untuk menentukan seberapa jauh prosesnya sudah dilaksanakan," ujar Purwoko.

Terpisah, Sekretaris Umum Pengprov Perbasi Sumut Darsen Song merespon positif rencana Inspektorat Kemenpora untuk mengaudit pembangunan GOR Basket Jalan Pancing Medan. Dia berharap nantinya penganggaran proyek GOR dapat dimasukkan ke dalam APBN-P (perubahan).

"Insan basket sangat mengidam-idamkan pembangunan GOR Basket Medan dapat masuk dalam APBN-P. Agar pembangunannya dapat cepat rampung. Sayang kan, karena kurang lebih sudah enam bulan bangunan GOR terbengkalai," harap Darsen.[wid]


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya