Berita

Fahri Hamzah/Net

Hukum

Fahri Hamzah Desak Pimpinan KPK Copot Febri Diansyah

SENIN, 14 AGUSTUS 2017 | 14:37 WIB | LAPORAN:

. Pernyataan Jurubicara KPK Febri Diansyah yang mengatakan bahwa KPK sama sekali tidak terganggu dengan meninggalnya saksi kunci kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Johannes Marliem dikritisi oleh pimpinan DPR.
 
"Nah bagaimana? Katanya saksi kunci, kok tidak terpengaruh? Kalau kuncinya ilang kita nggak bisa masuk rumah," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/8).

Fahri menilai pernyataan jubir KPK tersebut menunjukan bahwa Febri tidak begitu paham dengan penanganan perkara di KPK. Febri kata dia hanya mengambil isu-isu untuk dijadikan sebagai opini publik.


"Tadinya dia (Febri) bilang (Johannes Marliem) saksi kunci, kita nggak pernah tahu itu saksi kunci. Sampai dia muncul di satu media, KPK mengatakan itu saksi kunci," imbuhnya.

Menurut Fahri, saksi kunci harusnya mendapatkan perlindungan yang sangat maksimal karena keterangan seorang saksi kunci sangatlah dinanti-nanti. Untuk itu, Fahri mendesak pimpinan KPK untuk segera mengganti Febri dengan seorang penyidik.

"KPK harus berhenti bersilat lidah. Jangan gunakan ruang publik ini untuk bermain opini. Stick saja pada hukum. Karena itu menurut saya jurubicara KPK itu mestinya penyidik. Biar dia tahu tahapan-tahapan yang ada, ini nggak. 'Kami memang sedang berusaha sangat keras, kami sedang mengupayakan dan tentu akan sangat memperhatikan'. Gitu-gitu terus, capek kita. Ini bersilat lidah, jangan dong. Harus hukum ya hukum," pungkas Fahri Hamzah. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya