Berita

Hukum

KPK Sarankan Polisi Periksa Novel Sebelum Operasi

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 22:26 WIB | LAPORAN:

Kepolisian telah mengirim surat untuk melakukan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan terkait kasus teror yang menimpanya.

Namun begitu, KPK mengingatkan sebaiknya polisi melakukan pemeriksaan sebelum Novel menjalani operasi besar mata pada 17 Agustus nanti.

"Untuk rencana pemeriksaan oleh Polri, kami sudah terima surat dari Polri hari ini. Waktu yang tepat untuk dilakukan pemeriksaan adalah sebelum operasi, sebelum jadwal istirahat yang disampaikan oleh dokter," jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Jumat (11/8).


Menurutnya, KPK akan melakukan koordinasi terlebih dahulu sebelum polisi memeriksa Novel yang tengah menjalani perawatan di Singapura.

"Ada kewajiban bagi pasien secara medis untuk beristirahat dan melakukan sejumlah persiapan sebelum operasi tersebut. Nanti akan dikoordinasi kembali karena waktunya kemungkinan masih harus dicek kembali," ujar Febri.

KPK menyarankan sebaiknya polisi memeriksa Novel sebelum tindakan operasi dilakukan. Karena jika pemeriksaan dilakukan pasca operasi dikhawatirkan ada kendala teknis.

"Kalau setelah operasi mungkin akan sulit karena ada beberapa kendala teknis baik untuk bagian mulut atau mata," kata Febri.

"Kami juga perlu sampaikan bahwa rencana pemeriksaan ini tentu dalam pemeriksaan artian formal sesuai KUHP. Jadi, kami berharap riksa ini tidak menjadi syarat mutlak ditemukan atau tidak ditemukannya pelaku, karena kami percaya ada kemampuan investigasi yang sudah dimiliki tim dari Polri," imbuhnya. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya