Berita

Politik

Hasto Kristiyanto: Keris Itu Hasil Daya Cipta Adiluhung

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 21:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Sekretaris Jenderal Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) Hasto Kristiyanto menyerahkan tiga kategori award yakni Sumenep sebagai kota keris, tokoh keris dan maestro keris di Sumenep, Madura, (11/8).

Tampak hadir dalam acara tersebut Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, Wakil Bupati Achmad Fauzi, anggota DPR daerah pemilihan Madura Said Abdullah, para kolektor dan pelestari keris dari berbagai daerah.

Hasto menyerahkan penghargaan itu kepada Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, lalu award tokoh keris kepada Achmad Fauzi serta Mukaddam selaku maestro keris di Sumenep.


Senapati Nusantara sendiri merupakan induk paguyuban bagi seluruh pelestari tosan aji se-Indonesia. Melalui Musyawarah Senapati Nusantara pada 26 Februari 2017 lalu, Hasto terpilih secara aklamasi menjadi Sekjen. Hasto menyebutkan keris merupakan daya cipta yang adiluhung dan keris tidak bisa dihasilkan tanpa roso (rasa).

"Sumenep penghasil keris dan memiliki ratusan empu yang luar biasa. Bahkan keris dari Sumenep di ekspor ke Malasyia, Brunei dan Belanda," ujar Hasto memaparkan alasan Senapati Nusantara memberikan penghargaan kepada Sumenep.

Ditambahkannya, Sumenep menyimpan tradisi sejarah yang luar biasa. Bahkan dia mendapat laporan ada sekitar 6.000 keris diproduksi setiap bulan sebagai mahakarya kebudayaan yang luar biasa.

"Ini seharusnya menjadi perhatian dan menjadi energi kita untuk menguatkan tradisi budaya kita. Supaya kita berpribadian dalam kebudayaan," ujar Hasto.

Mengingat kepedulian itulah Senapati Nusantara memberi apresiasi kepada Pemda Sumenep yang memberikan kepedulian terhadap produk budaya Indonesia. Atas penghargaan yang diterima, Bupati Sumenep mengatakan hal itu akan mendorong pihaknya untuk terus ikut membina pengrajin dan melestarikan keris sebagai karya budaya bangsa.

"Penghargaan ini membangkitkan Sumenep agar bagaimana pengrajin keris lebih menghargai apa yang telah dimiliki. Sebab keris ini salah satu potensi Sumenep," ujar Karim.

Hasto mengatakan organisasi Senapati Nusantara membuka komunikasi dengan berbagai kementerian seperti Kemendagri, Kementerian Perindustrian dan UKM agar potensi produksi keris di Sumenep bahkan di Indonesia bisa ditumbuhkembangkan.

Seusai menyerahkan award, Hasto yang juga merupakan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan melihat secara langsung proses pembakaran logam yang menjadi materi dasar keris.  Tak hanya menonton, Hasto didapuk untuk menempa logam yang sedang membara itu.

Selanjutnya, Hasto juga melakukan tur mengelilingi stand pameran keris serta berdialog dengan para pengrajin keris. Carto, dari panitia pelaksana award dan pameran keris menjelaskan lebih dari 137 paguyuban keris hadir di pameran.

Dia mengutip data UNESCO tahun 2012 yang menyebutkan jumlah pengrajin keris di Kabupaten Sumenep sebanyak 524 orang pengrajin. Kemudian Pemkab Sumenep bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pads 2014 melakukan pendataan ulang dan tercatat sebanyak 684 pengrajin keris yang tersebar di tiga kecamatan di Sumenep.

"Paguyuban keris se Kabupaten Sumenep mengharapkan ke depan ada galeri atau ruang pamer keris di Sumenep," ujar Carto. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya