Berita

Fahri Hamzah/net

Hukum

Fahri Hamzah Ingatkan KPK Bisa Dipanggil Paksa

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 16:04 WIB | LAPORAN:

Panitia Khusus hak angket untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus KPK) akan memanggil KPK setelah DPR memasuki masa sidang yang akan datang.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan kehadiran komisi anti rasuah itu dalam rapat kerja sangatlah penting. Hal itu guna memverifikasi berbagai temuan Pansus KPK selama ini. Mengingat pentingnya agenda itu, Fahri pun berharap KPK mau memenuhi undangan Pansus.

"Harus datang dong masa KPK yang selama ini gencar menegakkan hukum masa ga datang. Jangan kita kuat-kuatan, datang saja. Orang yang dipanggil KPK saja datang," katanya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jum'at (11/8).


Dalam rapat nanti, Fahri menjelaskan bahwa Pansus akan mengklarifikasi langsung ke semua pihak di KPK yang paling dianggap bertanggung jawab atas temuan dugaan penyimpangan yang ditemukan. Jika ada perbedaan, kata dia maka akan dilakukan konfrontasi.

"Kalau ada perbedaan keterangan maka harus di konfrontasi agar kebenaran bisa dinilai Anggota Pansus," imbuhnya.

Jika pihak KPK atau bahkan pimpinannya ogah memenuhi panggilan Pansus, Fahri memastikan bahwa mereka akan dipanggil paksa.

"Teorinya tetap panggilan 1, 2 dan panggilan paksa. Itu mekanisme dalam undang-undang MD3 karena angket adalah penyelidikan tertinggi di negara kita," demikian Fahri.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya