Berita

Al Khaththath/Net

Hukum

Sekjen FUI Tak Pernah Bertemu Ahok Selama Di Mako Brimob

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 04:06 WIB | LAPORAN:

. Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath mengaku diperlakukan dengan baik pihak kepolisian selama 2 bulan 3 mingguan saat ditahan di Mako Brimob terkait kasus makar.

"Biasa saja. Enak kok ditahan di Mako Brimob, enggak ada masalah," jelasnya saat ditemui di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Kamis (11/8).

Dia mengaku selalu diberikan makanan cukup dan lumayan enak. Dia mendapat jatah makan tiga kali sehari. Namun karena ingin menguruskan badan, dia pun memilih untuk diberikan makan dua kali sehari.


Namun demikian, kata dia, para keluarga atau pengacara yang ingin menjenguknya, harus meminta izin terlebih dahulu kepada penyidik Polda Metro Jaya. Selnya pun kata dia tidak seperti tahanan lainnya.

Dia mengaku dia ditaruh di sel yang biasa digunakan untuk menahan anggota yang bandel.

"Ada selnya sendiri‎an enggak seperti tahanan biasa. Enggak berhadap-hadapan, sendirian. Sel anggota itu," bebernya.

Diketahui di Mako Brimob juga ditahan terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama. Dipertegas apakah disana dia sempat ketemu pria yang akrab disapa Ahok itu, Al Khaththath mengaku tak pernah.

"Enggak ketemu. Jadi enggak tahu. Yang pasti saya di sana dikurung, tidak pernah keluar kecuali kalau ada tamu dan Shalat Jum'at yang terbatas. Saya enggak pernah ketemu Ahok dan enggak pengen ketemu. Jadi lupain Ahok deh, jangan ditanyain lagi. Ga perlu," pungkasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya