Berita

Nusantara

Dunkirk 1940 , Yogyakarta 1948

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 21:11 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

JIKA anda ingin mempelajari sejarah Perang Dunia II maka jangan lewatkan kesempatan menonton film “Dunkirk” yang ditulis, diproduksi, dan disutradarai Christopher Nolan serta dibintangi Fionn Whitehead, Tom Glynn-Carney, Jack Lowden, Harry Styles, Aneurin Barnard, James D'Arcy, Barry Keoghan, Kenneth Branagh, Cillian Murphy, Mark Rylance, dan Tom Hardy. Dengan latar belakang bagian awal Perang Dunia II, film ini mengangkat peristiwa legendaris evakuasi Dunkirk.  

Christopher Nolan menulis naskah dari tiga sudut pandang—darat, laut, dan udara—dengan minimal dialog serta menciptakan ketegangan melalui hal-hal mendetail secara sangat dramatis. Menurut pendapat saya, “Dunkirk” layak memperoleh anugerah piala Oscar dalam berbagai bidang.

Peran Serta Rakyat Inggris


Usai Jerman Nazi menyerbu Polandia bulan September 1939, Perancis dan Inggeris menyatakan perang melawan Jerman dan menerapkan blokade ekonomi. Pasukan Ekspedisi Britania Raya dikerahkan untuk membantu mempertahankan Perancis. Setelah Perang Phoney, Jerman menyerbu Belgia dan Belanda pada tanggal 10 Mei 1940, tiga korps Panzer Jerman menyerang Perancis lewat hutan Ardennes dan dengan cepat melaju ke Selat Inggris.

Pada 21 Mei, pasukan Jerman telah menjebak pasukan Inggris, sisa-sisa pasukan Belgia, dan tiga pasukan Perancis di sebuah kawasan pesisir utara Perancis. Komandan pasukan Inggris, Jenderal Viscount Gort, menilai evakuasi melintasi Selat Inggris sebagai solusi terbaik maka mulai menarik mundur pasukan ke Dunkirk sebagai lokasi terdekat dengan tempat berlabuh yang memadai untuk melakukan evakuasi skala gigantis mulai 26 Mei 1940.

Pada hari pertama, hanya 7.669 tentara berhasil dievakuasi. Pada akhir hari ke delapan, 338.226 tentara telah berhasil dievakuasi oleh armada tiban dadakan yang terdiri dari 800 kapal mulai dari kapal perang sampai sekoci sipil. Sebagian tentara diberangkatkan lewat dermaga sedangkan tentara lainnya harus menunggu berjam-jam di pantai dengan air setinggi bahu. Sebagian besar tentara Inggris diangkut oleh  sekitar 600 kapal nelayan, perahu dan sekoci yang dikerahkan oleh rakyat sipil Inggris menyeberang bolak-balik Selat Inggris dalam operasi gawat darurat legendaris yang kerap disebut sebagai “Mujizat Dunkirk”.

Peran Serta Rakyat Indonesia

Saya pribadi terharu ketika menyaksikan film “Dunkirk” terutama pada penampilan betapa besar, penting bahkan vital peran serta rakyat sipil yang terdiri dari para nelayan, pemilik kapal kecil sampai sekoci dalam menyeberangkan ratusan ribu tentara Inggris kembali ke daratan Inggris.

Tanpa para nelayan dan rakyat  dengan perahu kecil serta sekoci mereka, mustahil evakuasi Dunkirk berhasil dilaksanakan. Adegan heroik peran serta rakyat sipil Inggris dalam film “Dunkirk” tersebut langsung mengingatkan saya pada fakta sejarah tak terbantahkan mengenai betapa besar, penting bahkan vital peran serta rakyat pedesaan sekitar Yogyakarta dalam mendukung, menyembunyikan serta menyelamatkan  Panglima Besar Soedirman beserta Tentara Nasional Indonesia dalam gigih berperang gerilya melawan aksi militer Kerajaan Belanda yang tidak sudi mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dapat diyakini bahwa tanpa peran serta rakyat pedesaan, mustahil Panglima Besar Soedirman beserta TNI mampu melawan tentara Belanda dan sekutunya dengan peralatan militer jauh lebih lengkap serta modern termasuk pesawat terbang Mustang dan Kitty Hawk ketimbang persenjataan sederhana Tentara Nasional Indonesia dalam membela kedaulatan mempertahankan kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Berkat kemanunggalan dengan rakyat, maka TNI berjaya tak terkalahkan oleh siapa pun dalam perjuangan melawan angkara murka penjajah. MERDEKA![***]

Penulis adalah pembelajar sejarah Perang Dunia II dan Perang Kemerdekaan Indonesia

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya