Berita

Politik

Menko PMK: Iptek Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 16:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang dilaksanakan setiap tahun harus mampu memberi semangat inovasi akan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Inovasi iptek juga harus bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, saat memberikan sambutan pada peringatan Hakteknas ke 22 di Center Poin of Indonesia, Makassar (Kamis, 10/08).

"Hakteknas yang diperingati setiap tahun merupakan momentum untuk terus memotivasi dan mendapatkan inspirasi baru dalam mempercepat pemanfaatan teknologi nasional dalam pembangunan dan kegiatan perekonomian," ujar Puan.
 

 
Untuk itu, Pemerintah memberikan apresiasi atas keberhasilan pengembangan serta pemanfaatan teknologi yang telah dicapai oleh komunitas iptek Indonesia selama ini.

"Pembangunan nasional yang efektif membutuhkan kapasitas penguasaan teknologi yang baik, sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan daya saing," jelas Puan.

Ditambahkannya, dalam era persaingan global saat ini, penguasaan dan inovasi teknologi sangat menentukan derajat perekonomian suatu negara. Jepang, Korea Selatan, dan RRT menjadi contoh keberhasilan  dalam meningkatkan kapasitas penguasan dan inovasi teknologinya sehingga mereka dapat menguasai persaingan komoditi dunia terutama produk elektroniknya.

Begitu pula dengan beberapa negara yang berhasil di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan seperti Amerika Serikat (dengan produk gandum, kentang), Australia (sapi), Norwegia (perikanan), dan lain sebagainya, memperlihatkan bagaimana pentingnya teknologi dalam meningkatkan daya saing dan produktifitasnya.

"Di Indonesia sendiri, peluang dan potensi pemanfaatan teknologi dalam bidang perikanan masih sangat besar. Untuk itu, penguasaan dan pengembangan teknologi dapat dimulai dari inovasi teknologi tepat guna berbasiskan masyarakat desa," jelas Puan.

Sebab saat ini, pembangunan desa sangat membutuhkan teknologi pengolahan yang langsung bisa digunakan oleh masyarakat desa. Teknologi itu misalnya teknologi pembuatan garam, teknologi pengolahan ikan, teknologi pembibitan ikan, teknologi pengawetan ikan dan lain sebagainya.

Hakteknas pertama kali diperingati pada tahun 1995, bertepatan dengan peluncuran pesawat N250, pesawat rancangan IPTN, yang dikerjakan oleh putra-putri terbaik indonesia dibawah bimbingan dan pimpinan Prof DR-Ing B.J. Habibie. Peringatan Hakteknas tahun 2017 yang bertema Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan ini dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Presiden Indonesia ke-3 BJ Habibie.

Peringatan Haktenas ke-22 ini juga sangat istimewa karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar pulau Jawa. [ysa]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya