Berita

Bisnis

Bulog Apresiasi Peran Strategis Pasar Indok Modern Cikopo

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 15:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pasar Induk Modern menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat karena adanya imbal balik saling menguntungkan antara pelaku pasar, masyarakat, dan petani yang memproduksi pangan.

Untuk itu, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mendukung penuh pembangunan pasar induk modern yang memfasilitasi pelaku pasar dalam mendistribusikan pangan dan kebutuhan pokok lainnya seperti pembangunan Pasar Induk Modern Cikopo, Purwakarta yang dikelola PT Jayaktijaya Megah.

Demikian disampaikan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Djarot Kusumayakti dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam acara Peresmian Kios/Gudang Beras dan Los Daging dan Ikan, Pasar Induk Modern Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat (Selasa, 8/8).


Hadir juga dalam acara itu Dirut PT Jakaktijaya Megah Muhammad Suharli dan Komisaris Utama, Melani Leimena Suharli, serta Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, dan Kadis Perindag Jawa Barat Anton Gustoni.

"Saya mewakili Bulog, sungguh sangat mendukung upaya pembangunan pasar modern yang menfasilitasi pedagang, pelaku pasar, yang akan membuat harga pangan menjadi terjangkau," kata Djarot dalam sambutannya.

Pembangunan Pasar Induk Moderen Cikopo ini peletakan batu pertamanya dilakukan pada 29 Januari 2014 oleh Menteri Perinduatrian dan Perdagangan kala itu Gita Wiryawan. Kemudian pada 15 Desember 2015 dilakukan soft opening oleh Bupagi Purwakarta Dedi Mulyadi, Bambang Trihatmojo dari Asri Pelangi Nusa, serta Muhammad Suharli selaku Dirut PT Jakatijaya Megah. Selanjutnya pada Juni 2016 dilakukan grand opening.

Pasar Induk Cikopo memiliki luas sekitar 30,78 hektare dengan hampir 5.000 unit kios dan los. Pasar ini menyediakan seluruh kebutuhan bahan pokok bagi wilayah Jawa Barat, sampai Jakarta.

Pasar ini juga dilengkapi fasilitas memadai seperti sarana ibadah, 4 bangunan toilet, jalan lebar, parkir yang luas serta dekat dengan akses jalan utama sehingga mudah dijangkau.

Karenanya, Djarot selaku Dirut Perum Bulog yang oleh Pemerintah ditugaskan mengelola distribusi pangan menyampaikan selamat atas peresmian kios dan gudang beras Pasar Induk Modern Cikop. Bulog sebagai BUMN yang mengemban tugas mengelola harga dan distribusi bahan pokok tentu memiliki kepentingan sangat besar atas berkembangnya Pasar Induk Modern Cikopo.

"Selama ini distribusi menjadi masalah terbesar dalam tata kelola pangan. Distribusi yang buruk akan membuat hasil panen tanaman pokok mudah rusak dan harga pun menjadi tak menentu. Masalah distribusi jadi problem utama selama ini. Beras saja dari petani ke penggilingan lalu ke gudang, dibawa ke pasar yang jauh dan dibawa lagi ke petani. Ini inefisiensi yang sering kita temukan," jelasnya.

Masalah inefisiensi ini bisa diatasi dengan munculnya pasar yang akhirnya dapat mengatur rantai distribusi. Maka peran pasar sangat penting.

"Termasuk akan menjaga ketersediaan dan keterjangkauan serta stabilisasi harga," tukasnya.

Djarot pun berjanji akan membawa Bulog untuk meningkatkan sinergi antara Bulog dengan pelaku pasar dan pedagang dalam mewujudkan cita bersama. Sebab makna keberadaan pasar sangat erat dengan keterjangkauan harga pangan dan sebuah upaya efisiensi distribusi dan menekan harga sampai tataran yang wajar dan berkesinambungan.

"Selain itu, masalah inefisiensi harus dibenahi karena harga pangan yang tak efisien akan memberikan kontribusi pada inflasi. Sejak pemerintahan Pak Jokowi berhasil menekan harga pangan dan gejolak harga dalam 2,5 tahun kepemimpinan. Ini karena adanya perbaikan pasar dan infrastruktur," jelasnya.

Pada kesempatan sama Dirut PT Jakatijaya Megah, Muhammad Suharli selaku pengelola Pasar Induk Modern Cikopo menjelaskan, Pasar Induk Modern Cikopo Purwakarta ini memiliki masa depan yang sangat cerah. Selain menyediakan semua kebutuhan pokok yang komplit, pasar ini juga punya visi kedepan bagi pembangunan kawasan penyangga ibu kota. Bandara Kertajakti di Majalengka sudah finishing touch. Dan ini bandara terbesar selain Soekarno-Hatta. Lalu pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang yang masih dalam proses dibangun.

"Pasar Induk Modern Cikopo Purwakarta ini daerah emas. Harga tanah dalam 10 tahun tanah naik 10 kali lipat. Saya percaya pasar di Purwakarta ini akan jadi ikon. Lima tahun ke depan akan sangat ramai dan jadi yang terbesar di Indonesia. Penjual, penggiling ada masa depan cerah di sini. Akan jadi pasar yang membanggakan," imbuh Suharli.

Suharli juga menjelaskan bahwa masyarakat sangat perlu berinvestasi di pasar ini. Selain tanahnya sertifikat milik yang bagus sekali karena ada di pertigaan Bandung-Cirebon-Jakarta.

"Di pasar ini juga tak ada preman. Kita bekerjasama dengan resimen bagian dari Kostrad. Satu-satunya pasar tak ada preman ya ini. Dan pasar adalah salah satu aset yang dilindungi pemerintah. Kalau ada preman masuk, maling nanas disuruh makan nanasnya tanpa dikupas," imbuhnya.

Adapun Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa Purwakarta adalah kawasan yang tumbuh dinamis bersama Subang, Cirebon, Karawang dan Bekasi. Kawasan ini memiliki regulasi ekonomi yang strategis dan dinamis.

"Hal ini terletak pada dua hal. Pertama terkait dengan tempat atau lokasi dan kedua berkaitan dengan produksi," ujar Dedi.

Di bagian akhir acara, dilakukan penandatanganan MoU antara pengelola pasar induk modern Cikopo Purwakarta dan Perpadi Jawa Barat tentang kesepakatan pengembangan pemanfaatan produktivitas pasar beras. Penandatanganan disaksikan langsung Dirut Bulog bersama Bupati Purwakarta, dan Bupati Karawang. Setelah itu, para hadirin kemudian meninjau lokasi outlite dan gudang di pasar induk serta seremoni pemotongan pita untuk peresmian kios dan los. [ysa]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya