Berita

Politik

Fadli Zon: Silatnas Raja Dan Sultan Harus Diperjuangan

JUMAT, 28 JULI 2017 | 09:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.  Keberagaman, kebersamaan, dan keberagaman adat serta bahasa yang dimiliki oleh masyarkat Indonesia adalah sebuah kekayaan Nusantara yang patut dijaga. Karena itu, forum-forum yang menggambarkan kekayaan Nusantara, seperti Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara, patut untuk diperjuangkan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, saat secara resmi membuka forum Silatnas ke V ini di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Kamis, 27/7). Dalam kesempatan ini, para raja, sultan, datu, ratu, pewaris dan penerus kerajaan dan kesultanan serta kedatuan Nusantara Indonesia mengadakan Silahturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara V Tahun 2017.

"Pada hari ini kita melihat langsung heterogenitas para peserta dari Aceh hingga Papua, meskipun membawa identitas, adat, dan bahasa masing-masing. Ini adalah contoh persatuan yang hanya dimiliki oleh Indonesia. Ini adalah sebuah kekayaan yang patut dilindungi," kata Fadli.


Selanjutnya, Fadli Zon mengatakan bahwa forum ini adalah sarana yang tepat untuk mengedepankan dialog, memperkenalkan adat dan budayanya, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan. "Acara silaturahmi antar raja dan sultan ini adalah forum yang tepat untuk menggabungkan keberagaman budaya lintas pulau di Indonesia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan," ujarnya.

Menurut Fadli, taja-raja dan ratu memiliki andil besar untuk terbentuknya negara Indonesia. Tanpa raja-raja, tokoh bangsa dan juga agama, kita tidak akan bisa merasakan yang namanya kemerdekaan. Dan DPR RI, sebagai lembaga tinggi negara, sangat menjaga budaya bangsa Indonesia, misalnya pada 27 April 2017, mengesahkan UU 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Fadli menegaskan, kebudayaan adalah investasi masa depan dan DPR RI adalah lembaga yang mendukung kebudayaan dan kegiatan seperti ini juga diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah khususnya Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. Fadli  Zon menyampaikan babes budaya dan Adat istiadat adalah jati diri bangsa. Indonesia dengan beragam budaya memiliki identitasnya sendiri.

"Identitas bangsa yang tidak lahir secara instan tapi lahir dari dialog-dialog yang cukup panjang sehingga bisa melahirkan nusantara ini" ungkapnya.

Menurut Raja Samu Samu VI De Laatste Van Koninh Stamboom, asar kegiatan ini adalah untuk memelihara, menjaga dan mengembangkan adat-istiadat dan budaya serta peradaban yang ada di Indonesia yang merupakan kekayaan Bangsa dan Negara Indonesia. Acara silatnas pertama dilakukan pada tahun 2009 dan masih bertahan hingga Silatnas ke-5 Tahun 2017 ini."

"Silatnas berupaya menjaga dan mengembangkan adat istiadat Nusantara Indonesia, tetap menjaga dan memelihara marwah dari kemurnian adat-istiadat dab budaya yang ada" kata Raja Samu Samu VI. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya