Berita

Politik

HARI ANAK NASIONAL

Menko PMK Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga

MINGGU, 23 JULI 2017 | 21:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

​RMOL. ​Dengan jumlah yang hingga tahun 2017 ini mencapai 83,665 juta jiwa, anak-anak Indonesia pada acara puncak Hari Anak Nasional 2017 menyampaikan permintaan dan ajakan kepada Pemerintah tentang "Suara Anak Indonesia."

Pesan ini berisi agar diberikan kemudahan pemberian Akte Kelahiran, melibatkan anak Indonesia dalam pengambilan berbagai kebijakan pembangunan, pendewasaan usia pernikahan, perlindungan anak dari asap rokok dan segala bahayanya, peningkatan akses terhadap kesehatan dan pendidikan serta pembelajaran siaga bagi anak-anak di wilayah rawan bencana, dan yang terakhir adalah stop kekerasan terhadap anak.

Bertempat di Lapangan Gedung Daerah, Kota Pekanbaru, Riau, pagi ini Presiden dan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, menghadiri Acara Puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2017. Turut hadir dalam acara ini Ibu Wapres RI, Mufidah Jusuf Kalla; Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,  Puan Maharani; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise; Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf; Gubernur Riau; para Kepala Daerah se-Indonesia; Sekolah semua tingkatan se-Provinsi Riau; dan media massa nasional.


Menanggapi pernyataan "Suara Anak Indonesia"  itu, Menko PMK bersyukur bahwa sebagian besar permintaan anak Indonesia itu sudah dapat diwujudkan pemerintah.

"Meskipun ada yang belum terealisasi, kami akan terus bergotong rotong mewujudkannya. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana sosialisasi dan edukasi permintaan atau ajakan anak-anak itu tadi agar mereka paham terutama soal hak-hak dasar mereka, pola asuh orang tua dan guru di sekolah," katanya lagi.

​Puan​ menambahkan pula bahwa yang perlu dikedepankan saat ini adalah masalah ketahanan keluarga karena dari keluarga lah anak-anak Indonesia memulai segalanya yaitu pendidikan, perilaku, dasar beragama, berinteraksi dan sebagainya.

"Pendidikan agama dan karakter juga harus diperkuat, anak-anak Indonesia harus memiliki jiwa yang mantap, berbudi luhur dan berakhlak mulia," demikian Puan.

Adapun tema HAN 2017 kali ini adalah "Saya Anak Indonesia, Saya Gembira," peringatan HAN 2017 dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap  perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak.

"Anak Indonesia adalah Generasi Penerus Bangsa. Masa anak-anak adalah masa bermain dan belajar dengan gembira. Mari wujudkan anak Indonesia yang cerdas, sehat, dan berbakti. Anak Indonesia, Anak Gembira," kata Puan, dalam pernyataan resminya menyambut Hari Anak Nasional 2017.

Sementara terpilihnya Riau sebagai Tuan Rumah, menurut Meneg PP dan PA, Yohana Yembise, tidak lepas dari imbauan Presiden Joko Widodo yang meminta agar HAN setiap tahunnya diperingati di suatu daerah agar anak-anak Indonesia di daerah itu juga merasakan kehadiran negara. Selain itu, terpilihnya Riau juga  tercatat sebagai provinsi nomor dua terbesar bagi kasus kekerasan terhadap anak, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan Trafficking. Semua kasus yang tentunya menjadikan anak sebagai korban.

Maka, tambah Meneg PP dan PA, perlu adanya kesadaran yang dapat mendorong keluarga Indonesia agar memiliki pengasuhan yang berkualitas, berwawasan, keterampilan dan pemahaman yang komprehensif dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Keluarga dinilainya merupakan awal mula pembentukan kematangan individu dan struktur kepribadian seorang anak. Anak-anak akan mengikuti dan mencontoh  orang tua dengan  berbagai kebiasaan dan perilaku karena anak adalah kelompok makhluk yang rentan karena berusia kurang dari 18 tahun.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengingatkan agar anak-anak Indonesia selalu belajar dengan rajin, tidak boleh berbuat aksi perundungan (bullying), apalagi kerap mengejek, mencemooh, dan menghina sesama teman.

"Anak-anak justru harus saling banyak menolong, banyak membantu teman. Kalau ada temannya yang sakit, jangan lupa dijenguk dan didoakan agar temannya cepat sembuh," kata Presiden lagi. [ysa]     

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya