Berita

Inul Daratista/Net

Blitz

Inul Daratista, Bisa ML Di Inul Vizta

SELASA, 18 JULI 2017 | 09:19 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kepolisian Daerah Jawa Timur menggerebek rumah ka­raoke Inul Vizta di Kediri Mall, Jumat dini hari lalu. Petugas memasang pita police line dan gembok di pintu lobi dan ruangan. Usaha bisnis milik Inul Daratista ini disebut menyajikan aksi strip­tis dan servis ML (make love, bercinta) untuk pelanggannya.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Ba­rung Mangera menyebutkan, dari penggerebekan itu telah diamankan 10 orang.

Mereka yang dibawa ke Mapolda Jatim 4 penari telan­jang yaitu P (32), W (31), R (23) dan E (26). Dua tamu yang menikmati tarian telanjang itu Adan A. Kemudian I (36) sebagai manajer Inul Vizta, D (kasir), S(security) dan A (waitress). Polisi juga mengamankan bill room, uang tunai Rp 5 juta, celana dalam, dan handphone.


Dari hasil pemeriksaan hingga kemarin petang, polisi telah me­netapkan 5 orang tersangka.

"Manajer dan empat penarin­ya itu. Manajer yang membawa penarinya. Dan penarinya men­erima uang," kata Barung.

Dijelaskan, tamu di Inul Viz­ta, Kediri, bisa mendapatkan layanan penari telanjang hingga main seks di ruangan dari I, sang manajer.

"Manajer dapat menyediakan perempuan yang dapat men­emani tamu untuk karaoke dan sekaligus dapat memberikan layanan tari telanjang dan ML di dalam room," beber Barung.

Bukan kali ini saja rumah karaoke Inul bermasalah. Sebe­lumnya, pedangdut senior ini kerap kali tersandung masalah hak cipta dan royalti dengan beberapa penyanyi.

Saat kemarin siang dihubungi media, Inul mengaku belum mendapat informasi lengkap soal penggerebekan penari te­lanjang di tempat karaokenya. Ia mengaku masih akan mencari tahu lebih jauh soal itu.

"Nggak tahu (soal jasa striptis dan ML), nanti saya langsung konfirmasi dulu di kantor ya," ujar pemilik goyang ngebor ini, singkat. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya