Berita

RMOL

Politik

Konsolidasi Di Bondowoso, Hasto Cerita Perjuangan Bung Karno Dan Ulama

MINGGU, 16 JULI 2017 | 21:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto menceritakan besarnya jasa para ulama dan tokoh Islam dalam perjuangan bersama Bung Karno melawan penjajah hingga menghasilkan kemerdekaan Indonesia.

Hasto menyampaikan itu dalam acara Halal Bihalal dan Konsolidasi PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso, Minggu (16/7).

"Apa yang bung Karno pelajari tentang Islam ketika beliau mondok ditempat Haji Oemar Said Tjokroaminoto, ketika beliau banyak belajar dengan KH Hasyim Asy'ari, kemudian beliau banyak berkirim surat dengan Tuan Hasan (Ahmad Hasan) untuk memikirkan bagaimana Islam hadir tidak hanya sekedar sebagai rahmatan lil 'alamin, tetapi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, Islam is a progress, kata Bung Karno 'angkatlah api perjuangan Islam dalam perjuangan mendapatkan kemerdekaan Indonesia itu', demikian diceritakan Hasto.


Dengan demikian, kata Hasto, kalau saat ini ada pihak-pihak yang mengatakan bahwa PDI Perjuangan selaku partai yang meneruskan ajaran Bung Karno ada jarak dengan Islam, maka itu jelas sama sekali tidak benar dan tidak masuk akal. PDIP tentu akan terus mengikuti cara perjuangan Bung Karno yang bersinergi dengan para ulama dan tokoh Islam dalam mewujudkan bangsa Indonesia ini maju dengan berkeadaban.

Dalam konteks itulah, Hasto mengapresiasi Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso H Irwan Bachtiar Rahmat yang dalam memimpin partai mengedepankan kebersamaan dengan para alim ulama, para ustad, khususnya bersama keluarga besar Nahdliyin.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga menyampaikan bahwa Kabupeten Bondowoso merupakan daerah yang berkarakter sebagaimana Bali dimana bisa menjaga kondisi alamnya dengan baik. Hal itu bisa dilihat dan dirasakan bagaimana kondisi Bondowoso yang nyaman, tidak terlalu panas, tempatnya sejuk, dan masih banyak pohon-pohon besar, yang hijau.

"Dalam perspektif lingkungan, Bondowoso ini kabuputen yang betul-betul sangat memahami keinginan untuk menyatukan diri antara manusia dengan alam rayanya," demikian Hasto. [wah]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya