Berita

Hukum

Penjara Tempat Paling Nyaman Bagi Pengedar Narkoba

KAMIS, 15 JUNI 2017 | 17:06 WIB | LAPORAN:

Penjara justru menjadi tempat paling nyaman bagi pengedar narkoba dalam menjalankan aktivitasnya. Terlihat dari temuan adanya sel mewah milik narapidana kasus itu di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengatakan, 50 persen peredaran narkoba di Indonesia dikendalikan dari dalam lapas. Terbukti dengan sebanyak 70 persen tahanan lapas terlibat kasus narkoba, baru 30 persen diwakili kasus terorisme serta kejahatan kriminal biasa.
 
"Saya berani katakan bahwa 50 persen peredaran narkotika di negeri ini dikendalikan dari lapas," katanya di sela kegiatan pemusnahan sebanyak 28,8 kilogram sabu serta 173 butir ekstasi di kantornya, Jakarta (Kamis, 15/6).


Menurut Budi, pendapat soal kondisi lapas di Indonesia yang penuh dan sudah melebihi kapasitas bertolak belakang dengan fakta pelaku kasus narkoba yang mendapat perlakuan khusus di dalam lapas.

Dia mencontohkan, penggeledahan terakhir di Lapas Cipinang, petugas menemukan sel mewah milik bandar narkoba Haryanto Chandra lengkap dengan AC, televisi, wifi, CCTV serta perlengkapan elektronik lain.

"Seperti ini tidak diakui. Apa negara ingin dibohongi seperti ini terus," ujar Budi.

Untuk itu, dia berharap ada perubahan sistem di lapas, agar pengawasan terhadap narapidana bisa dilakukan secara merata. Selain itu, semua pihak diharapkan punya pemahaman yang sama bahwa kejahatan narkoba adalah suatu hal serius yang harus ditangani sejak dini.

"Jadi narkoba jangan dianggap mainan, kita serius. BNN sekarang sudah serius menangani, sampai kita ungkap jaringan di lapas," demikian Budi. [wah]  

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya